TRENGGALEK, bioztv.id – Musim panen ikan kembali menggairahkan aktivitas nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, Kecamatan Watulimo, Trenggalek.
Pasokan ikan yang melimpah datang bersamaan dengan kenaikan harga sejumlah komoditas. Harga beberapa jenis ikan bahkan naik hingga dua kali lipat dibandingkan masa paceklik.
Ratusan Anak Buah Kapal (ABK) bersama pedagang memenuhi dermaga bongkar muat PPN Prigi. Mereka langsung bertransaksi setelah kapal-kapal nelayan merapat dan menurunkan hasil tangkapan.
Para ABK menguras palka kapal dan mengangkut ratusan kilogram ikan menggunakan keranjang bambu. Di sisi lain, puluhan pedagang bersiap dengan timbangan untuk membeli ikan segar yang baru mendarat.
Nelayan Panen Besar, Sekali Melaut Bawa Pulang 7 Ton Ikan
Nelayan senior Prigi, Mujito alias Menir (53), bersyukur karena musim ikan kali ini membawa hasil melimpah.
Nelayan asal Watulimo itu mengatakan armada kapal mampu membawa puluhan hingga ratusan keranjang ikan dalam sekali melaut.
“Setiap kali melaut, kapal kami bisa mendapatkan tangkapan 50, 70, bahkan sampai 100 keranjang,” tutur Mujito,
Menurut Mujito, setiap keranjang bambu mampu menampung sekitar 110 hingga 120 kilogram ikan segar.
Jika dikalkulasikan, satu kapal nelayan Prigi bisa membawa sekitar 6 hingga 7 ton ikan dalam sekali perjalanan.
Hasil tangkapan yang melimpah membuat pendapatan nelayan ikut meningkat. Apalagi, harga sejumlah jenis ikan saat ini juga bergerak naik.
Harga Tongkol Naik Dua Kali Lipat
Mujito mengatakan harga ikan tongkol di tingkat nelayan kini mencapai Rp20 ribu per kilogram. Harga tersebut naik dua kali lipat dibandingkan masa paceklik.
“Jika kita bandingkan dengan harga sebelum musim panen, kenaikannya mencapai dua kali lipat. Dahulu pedagang menawar Rp10 ribu, sekarang harga melonjak jadi Rp20 ribu per kilogram,” ungkapnya.
Harga ikan salem juga ikut naik hingga berada di kisaran harga tongkol.
Sementara itu, ikan teropong mencatat kenaikan paling tinggi. Pedagang kini berani membeli ikan tersebut hingga Rp35 ribu per kilogram.
“Untuk jenis ikan teropong, harganya tembus Rp35 ribu per kilogram. Padahal sebelum musim panen, harga paling mentok hanya menyentuh Rp15 ribu,” tambahnya.
Kombinasi hasil tangkapan yang melimpah dan kenaikan harga membuat nelayan mendapat keuntungan lebih besar pada musim ini.
Aktivitas Ekonomi PPN Prigi Kembali Menggeliat
Musim ikan juga menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan PPN Prigi. Nelayan dan pedagang langsung menentukan harga setelah petugas menimbang hasil tangkapan.
Para pedagang kemudian mengangkut ikan dari dermaga menuju berbagai pasar di daerah lain. Antrean keranjang ikan segar pun terlihat di sejumlah titik bongkar muat pelabuhan.
Bagi ratusan ABK, musim ikan menjadi kesempatan untuk meningkatkan pendapatan setelah beberapa hari melaut. Mereka menyelesaikan proses bongkar muat hingga seluruh hasil tangkapan keluar dari palka kapal.
Setelah itu, pemilik kapal membagikan hasil sesuai kesepakatan kepada para ABK.
Ramainya musim ikan juga menggerakkan berbagai usaha di sekitar pelabuhan. Aktivitas tersebut memberi penghasilan bagi pekerja bongkar muat, penjual es balok, pedagang ikan, hingga pelaku distribusi antardaerah.
Dengan demikian, melimpahnya hasil tangkapan tidak hanya menguntungkan nelayan. Perputaran uang juga kembali menghidupkan rantai ekonomi di kawasan PPN Prigi.(CIA)
Views: 5
















