Kekeringan di Trenggalek Berakhir, Bencana Longsor Kembali Datang & Terjang Rumah di 3 Kecamatan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Trenggalek dalam dua hari terakhir menandai berakhirnya musim kekeringan. Namun, tingginya intensitas hujan memicu serangkaian bencana alam berupa tanah longsor dan banjir bandang di sejumlah wilayah. Sejumlah rumah di tiga kecamatan mengalami kerusakan, bahkan jembatan di Munjungan putus total.

Kapolres Trenggalek, AKBP Indra Ranudikarta, mengonfirmasi adanya bencana longsor di tiga kecamatan, yaitu Pule, Watulimo, dan Munjungan.

“Untuk di Kecamatan Pule ada dua rumah yang tertimbun tanah. Sementara di Watulimo, satu kepala keluarga (KK) terdampak, dan di Munjungan ada 11 titik longsor,” jelas AKBP Indra.

Kapolres bersama Wakapolres Trenggalek segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi warga terdampak di Kecamatan Pule. Mereka mengunjungi dua korban, yakni Purwito, warga Desa Pule, dan Sulasmi, warga Desa Jombok.

Di lokasi tersebut, tebing setinggi enam meter runtuh dan menimpa dinding rumah Purwito hingga rusak parah. Meski seluruh penghuni rumah selamat, keluarga Purwito terpaksa mengungsi ke rumah saudara karena khawatir akan longsor susulan.

“Kami memberikan bantuan kepada warga untuk meringankan beban mereka. Kami juga terus memonitor wilayah bersama instansi terkait, termasuk TNI dan Forkopimda, agar segera bisa berkoordinasi jika terjadi bencana,” tutur AKBP Indra.

Selain longsor, hujan deras juga memicu banjir bandang di Kecamatan Munjungan. Derasnya arus sungai menghanyutkan jembatan di Desa Tawing hingga putus total. Kondisi ini mengakibatkan akses warga terputus.

Dengan kondisi cuaca yang masih belum stabil, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.

“Kami mengingatkan seluruh jajaran agar selalu memantau wilayahnya, terutama saat hujan lebat. Kolaborasi lintas sektor sangat penting agar kita bisa saling membantu,” pungkas AKBP Indra.(CIA)

Views: 2