TRENGGALEK, bioztv.id – Efisiensi belanja daerah turut menekan nilai bagi hasil platform e-purchasing MBizmarket yang masuk ke kas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek.
Pada Semester I 2026, nilai bagi hasil tersebut mencapai Rp21,66 juta. Angka itu turun dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Direktur PT Jwalita Energi Trenggalek (JET), Mardianto Harahap, mencatat penurunan sekitar Rp3 juta. Pada Semester I 2025, bagi hasil sempat mencapai Rp24,7 juta.
“Pada semester satu tahun 2026 ini, kami memfasilitasi penerimaan transfer bagi hasil sekitar Rp21,66 juta,” ujar Mardianto Harahap.
Mardianto menegaskan dana tersebut merupakan pendapatan daerah Pemkab Trenggalek, bukan milik PT JET.
Sebagai BUMD, PT JET hanya menjalankan peran sebagai perantara penyaluran bagi hasil MBizmarket ke kas daerah.
Nilai bagi hasil mengikuti volume transaksi belanja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui platform MBizmarket.
Realisasi Semester I di Bawah Target Pertumbuhan
Penurunan transaksi belanja daerah turut menekan nilai bagi hasil pada Semester I 2026.
Kondisi tersebut membuat realisasi berada di bawah target awal PT JET. Perusahaan sebelumnya menargetkan pertumbuhan transaksi sebesar 5 hingga 10 persen.
PT JET menargetkan bagi hasil Semester I mencapai Rp41 juta. Sebagai pembanding, total bagi hasil sepanjang tahun anggaran 2025 mencapai sekitar Rp123 juta.
“Kami menargetkan kenaikan 5 sampai 10 persen dengan harapan transfer semester pertama ini bisa mencapai Rp41 juta. Namun, penyesuaian belanja daerah akibat penghematan berdampak pada realisasi tersebut,” beber Mardianto.
PT JET masih menelusuri penyebab penurunan volume transaksi. Perusahaan melihat kemungkinan penurunan terjadi akibat pemangkasan anggaran atau pergeseran penggunaan platform e-katalog oleh OPD.
“Kami akan mencermati lebih lanjut, apakah efisiensi ini terjadi karena Pemkab mengurangi belanja atau karena OPD beralih menggunakan platform lain,” tambahnya.
Persaingan Platform dan Skema Bagi Hasil MBizmarket
Mardianto mengatakan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Trenggalek sudah mengenal dan memanfaatkan layanan MBizmarket.
Namun, setiap OPD tetap memiliki pertimbangan dalam memilih penyedia barang dan jasa.
Sejumlah platform pesaing menawarkan fasilitas tambahan, termasuk bebas biaya pengiriman atau gratis ongkir.
“Sebagian OPD mungkin mempertimbangkan keunggulan platform lain yang menawarkan promo gratis ongkir,” kata Mardianto.
Di sisi lain, MBizmarket menawarkan skema pembagian keuntungan atau profit sharing kepada daerah.
Skema tersebut mengembalikan sebagian keuntungan transaksi pengadaan barang dan jasa kepada Pemkab Trenggalek sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Keunggulan MBizmarket terletak pada komitmen mereka membagi keuntungan transaksi untuk menjadi pendapatan resmi daerah,” terangnya.
Mardianto mengatakan capaian akhir tahun akan mengikuti realisasi sisa anggaran belanja daerah. Konsistensi OPD dalam menggunakan platform MBizmarket juga turut memengaruhi nilai transaksi dan bagi hasil yang masuk ke pendapatan daerah.(CIA)
Views: 9
















