TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten Trenggalek membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk mengelola objek wisata Goa Lowo di Kecamatan Watulimo. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek mempertimbangkan skema tersebut untuk meningkatkan profesionalitas pengelolaan dan pendapatan daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparbud Trenggalek, Tony Widianto, mengatakan pihaknya tengah mengkaji berbagai model pengelolaan profesional. Salah satu opsi yang dipertimbangkan ialah menggandeng perusahaan atau manajemen destinasi wisata berpengalaman di Jawa Timur.
“Kita membuka ruang untuk kerja sama,” kata Tony saat menjelaskan arah pengembangan Goa Lowo.
Revitalisasi Fisik Perlu Diikuti Pengelolaan Profesional
Rencana kerja sama dengan swasta muncul di tengah usulan anggaran revitalisasi Goa Lowo senilai Rp5 miliar. Sebelumnya, rencana anggaran tersebut mendapat sorotan dari jajaran legislatif.
Disparbud menilai perbaikan sarana dan prasarana saja belum cukup untuk meningkatkan kunjungan wisatawan secara signifikan.
“Makanya kita juga perlu menghadirkan atraksi dan inovasi yang mampu menarik minat pengunjung,” ungkap Tony.
Keberadaan Jalur Lintas Selatan (JLS) diyakinimenjadi peluang untuk menarik pengendara agar singgah di Goa Lowo. Pengelola profesional diharapkan mampu mengembangkan program wisata, memperluas pemasaran, dan meningkatkan pengalaman pengunjung.
“Mereka yang berangkat dari JLS, nanti kita dorong agar pulagnya melalui jalur lama, sehingga bisa menikmati Goa Lowo, ataupun sebaliknya,” jelasnya.
Pemkab Kaji Skema Kerja Sama dan Kontribusi PAD
Meski membuka peluang kemitraan, Tony menegaskan pemerintah daerah tidak akan mengambil keputusan secara terburu-buru. Disparbud masih perlu mengkaji bentuk kerja sama, durasi kontrak, mekanisme pemilihan mitra, hingga pembagian keuntungan atau sharing profit.
Pemerintah daerah juga perlu menghitung potensi kontribusi kerja sama terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Perhitungan tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum pemerintah menentukan skema pengelolaan.
“Tentunya kita akan menghitung kira-kira mampu memberikan kontribusi PAD berapa dari skema kerja sama ini,” tegas Tony.(CIA)
Views: 7

















