TRENGGALEK, bioztv.id – Disparbud Trenggalek mengaku pesimistis mampu mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata sebesar Rp9,4 miliar pada 2027. Rencana pembangunan fisik di sejumlah destinasi unggulan menjadi salah satu pertimbangan. Proyek tersebut berpotensi mengurangi kunjungan wisatawan selama proses pengerjaan.
Persoalan ini mencuat dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Trenggalek bersama organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil PAD.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, membenarkan Disparbud mengkhawatirkan dampak pembangunan terhadap penerimaan retribusi wisata.
Revitalisasi Pantai Pasir Putih Berpotensi Kurangi Kunjungan
Doding menyebut rencana revitalisasi kawasan wisata Pantai Pasir Putih, Kecamatan Watulimo, menjadi salah satu perhatian utama.
Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan waktu pengerjaan hingga enam bulan. Selama proses pembangunan, penutupan atau pembatasan akses pengunjung berpotensi mengurangi pendapatan retribusi.
“Ketika tempat wisata nanti kita bangun itu akan mengurangi kunjungan atau enggak, itu suruh nanti kita detailkan perhitungannya,” tegas Doding usai memimpin rapat Banggar.
Menghadapi potensi penurunan pendapatan tersebut, Disparbud sempat mengusulkan penyesuaian target PAD. Namun, DPRD belum menyetujui usulan penurunan target secara terburu-buru.
Banggar justru meminta Disparbud menghitung ulang potensi pendapatan secara terperinci. Dinas juga perlu menyiapkan strategi pengelolaan kunjungan selama proyek berlangsung.
Dorong Event untuk Dongkrak Kunjungan Wisata
Selain meminta perhitungan ulang, DPRD mendorong Disparbud mengoptimalkan destinasi wisata lain di sekitar kawasan Watulimo.
Sejumlah kawasan yang menjadi alternatif antara lain Pantai Prigi, Margomulyo, dan Karanggondang.
Banggar juga mengusulkan penambahan atraksi wisata berskala regional maupun nasional. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menarik wisatawan sekaligus menjaga perputaran ekonomi sektor pariwisata.
“Kemarin sebenarnya ada event reggae dan sebagainya. Ada tadi gambaran event-event, misalkan balap perahu dan sebagainya,” ungkap Doding.
Disparbud Diminta Susun Strategi Realistis
DPRD menilai Disparbud perlu menyusun strategi pencapaian target PAD secara terukur. Dinas tidak cukup hanya mengandalkan target Rp9,4 miliar tanpa memperhitungkan dampak pembangunan destinasi.
Perhitungan ulang harus mempertimbangkan potensi kehilangan pendapatan selama proyek berlangsung. Di sisi lain, pemerintah tetap perlu menjaga agenda revitalisasi infrastruktur pariwisata.
Kini, Disparbud Trenggalek harus merumuskan langkah untuk menjaga penerimaan daerah di tengah rencana pembangunan tersebut.
Pelaku usaha pariwisata juga menantikan strategi pemerintah dalam menyeimbangkan pembangunan destinasi dengan keberlangsungan aktivitas ekonomi wisata.(CIA)
Views: 6

















