TRENGGALEK, bioztv.id – Realisasi investasi Kabupaten Trenggalek mencapai Rp317 miliar hingga Semester I 2026. Dalam enam bulan pertama, capaian itu sudah memenuhi 70,47 persen dari target investasi sepanjang 2026 yang mencapai Rp450 miliar.
Capaian tersebut membuat Pemkab Trenggalek optimistis mampu memenuhi, bahkan melampaui target tahunan.
Optimisme itu semakin kuat jika sejumlah calon investor yang mulai menjajaki Trenggalek benar-benar merealisasikan penanaman modal.
Namun, komposisi investasi tersebut menyimpan catatan penting.
Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) masih menjadi penopang utama investasi daerah. Sektor ini menyumbang Rp273,3 miliar atau 86,2 persen dari total investasi.
Sementara itu, pelaku usaha non-UMK skala menengah dan besar hanya menyumbang Rp43,8 miliar atau 13,8 persen.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku usaha mikro dan kecil masih menggerakkan sebagian besar investasi Trenggalek hingga pertengahan 2026.
Baru Enam Bulan, Investasi Sudah Capai 70 Persen Target
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Trenggalek, Joko Susanto, mengatakan data tersebut berasal dari Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang masuk selama semester pertama.
Dari target Rp450 miliar, pelaku usaha sudah merealisasikan sekitar Rp317 miliar hingga akhir Juni.
“Realisasi kita sudah menembus 70,47 persen atau setara Rp317 miliar sekian,” terang Joko.
Dengan capaian itu, Pemkab Trenggalek hanya perlu mengejar sekitar Rp133 miliar lagi untuk memenuhi target investasi 2026.
Joko optimistis DPMPTSP mampu mengejar kekurangan tersebut hingga akhir tahun.
“Insyaallah kita bisa penuhi, bahkan berpeluang melampaui target,” tegasnya.
Sejumlah calon investor dari luar daerah juga mulai menjajaki peluang investasi di Trenggalek.
“Beberapa investor skala besar sudah memberikan sinyal positif untuk masuk dan berinvestasi di Trenggalek,” lanjutnya.
UMK Masih Menjadi Tulang Punggung Investasi
Jika melihat lebih jauh komposisinya, angka investasi Rp317 miliar belum menunjukkan dominasi modal industri berskala besar.
Pelaku UMK menyumbang Rp273,3 miliar atau 86,2 persen. Sementara pelaku non-UMK hanya mencatatkan Rp43,8 miliar atau 13,8 persen.
Data tersebut menjadi catatan bagi Pemkab Trenggalek dalam mengevaluasi kualitas pertumbuhan investasi.
Pemerintah daerah perlu mendorong lebih banyak investasi skala menengah dan besar agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada modal usaha mikro dan kecil.
Perdagangan Jadi Penyumbang Investasi Terbesar
Dari sisi lapangan usaha, sektor perdagangan memimpin kontribusi investasi selama Semester I 2026.
Sektor ini menyumbang 37,9 persen dari total realisasi investasi.
Sektor perindustrian berada di posisi berikutnya dengan kontribusi 14,7 persen. Kemudian sektor pariwisata menyumbang 13,8 persen, pertanian 6 persen, dan pekerjaan umum 5,7 persen.
Sektor pendukung lainnya secara gabungan menyumbang 21,8 persen.
Data tersebut menunjukkan perdagangan masih menjadi motor utama investasi Trenggalek. Sektor industri dan pariwisata juga ikut memperkuat struktur investasi daerah.
Investasi Serap 10.547 Tenaga Kerja
Investasi yang masuk sepanjang Semester I 2026 juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat Trenggalek.
Sebanyak 10.547 tenaga kerja terserap dari realisasi investasi tersebut.
Sektor perdagangan kembali menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan porsi 34,9 persen.
Sektor pariwisata menyerap 21,4 persen tenaga kerja, sedangkan sektor perindustrian menyerap 20,5 persen.
Sementara itu, sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyerap 3,7 persen. Sektor kesehatan menyerap 3,6 persen, dan sektor lainnya menyerap 15,9 persen.
Angka tersebut menunjukkan dampak investasi tidak hanya terlihat dari nilai modal yang masuk.
Investasi juga menggerakkan ekonomi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja dan pembukaan kesempatan kerja baru.
Target Investasi 2027 Berpeluang Naik
Capaian hingga pertengahan 2026 membuka peluang bagi Pemkab Trenggalek untuk menaikkan target investasi pada 2027.
Namun, DPMPTSP Trenggalek belum menetapkan angka resmi target tahun depan.
Joko mengatakan pihaknya masih menyusun formulasi target bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Kami akan membicarakan dan menyelaraskan penetapan angka ini bersama pihak provinsi terlebih dahulu,” jelas Joko.
Menurutnya, pemerintah biasanya menggunakan tren realisasi sebagai salah satu pertimbangan ketika menetapkan target periode berikutnya.
“Melihat tren capaian yang melompat tinggi seperti ini, biasanya target tahun berikutnya memang akan kita naikkan,” pungkasnya.(CIA)
Views: 19

















