TRENGGALEK, bioztv.id – DPC PDI Perjuangan (PDIP) Trenggalek mulai memanaskan mesin politik untuk menghadapi Pemilu dan Pilkada 2029. Partai berlambang banteng moncong putih ini menyiapkan kader potensial sekaligus memasang target ambisius untuk menambah kursi di DPRD.
Sekretaris DPC PDIP Trenggalek, Doding Rahmadi, menegaskan partainya memiliki banyak figur yang siap maju sebagai calon kepala daerah. Namun, PDIP belum mengumumkan nama-nama tersebut karena masih mematangkan strategi politik.
“Kami menyiapkan kader, baik dari DPRD maupun struktur partai. Untuk nama calon, biasanya kami finalkan sekitar satu tahun sebelum Pilkada,” ujar Doding.
Aturan Baru MK Buka Peluang Usung Calon Mandiri
Doding menilai perubahan ambang batas pencalonan kepala daerah pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK) membuka peluang besar bagi PDIP. Dengan syarat yang lebih ringan, partai bisa mengusung calon secara mandiri tanpa bergantung pada koalisi besar.
“Aturan baru ini memberi ruang lebih luas. Sekarang kami fokus mengelola kekuatan internal dan membaca arah politik ke depan,” jelasnya.
Targetkan 16 Kursi DPRD
Selain membidik kursi eksekutif, PDIP Trenggalek juga menargetkan peningkatan kursi legislatif. Saat ini, PDIP menguasai 13 kursi DPRD dan ingin menambah jumlah tersebut secara signifikan.
“Kami menargetkan 15 hingga 16 kursi. Tentu kami tetap mempertimbangkan dinamika politik yang berkembang,” tegas Doding.
Ia menilai peningkatan kursi DPRD akan memperkuat posisi tawar partai dalam menentukan arah kebijakan daerah maupun membangun koalisi politik.
Fokus Kerja Nyata untuk Warga
Meski mulai menyusun strategi politik, PDIP Trenggalek tetap mengutamakan kerja nyata di tengah masyarakat. Doding menegaskan partai tidak ingin terjebak dalam manuver politik dini.
Ia meminta kader aktif membantu warga, terutama dalam mengatasi persoalan penonaktifan BPJS bagi masyarakat kurang mampu.
“Kami fokus mengabdi terlebih dahulu. Politik adalah hasil dari kerja nyata. Saat ini kader kami turun langsung membantu warga mendapatkan kembali akses layanan kesehatan,” katanya.
Siap Adaptasi dengan Sistem Pilkada
Doding juga merespons wacana perubahan sistem Pilkada menjadi tidak langsung. Ia memastikan PDIP siap menyesuaikan strategi dan membangun komunikasi dengan partai lain jika sistem tersebut diterapkan.
“Jika sistem berubah, kami akan berkoordinasi dengan partai lain. Semua bergantung pada hasil Pemilu 2029,” imbuhnya.
Konsolidasi Awal Menuju 2029
Langkah DPC PDIP Trenggalek ini menunjukkan sinyal awal konsolidasi politik di tingkat daerah. Partai menggabungkan penguatan internal, target elektoral tinggi, dan pendekatan berbasis pelayanan masyarakat untuk mempertahankan sekaligus memperluas pengaruhnya.
“Yang terpenting, kader harus hadir di tengah masyarakat dan mampu menjawab kebutuhan rakyat secara langsung,” pungkas Doding.(CIA)
Views: 17
















