TRENGGALEK, bioztv.id – Kobaran api menghanguskan rumah megah berukuran 8 x 30 meter milik Cahyo Widodo di Dusun Krajan, Desa Munjungan, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Selasa (8/9/2026) malam. Api melahap bangunan dan menyebabkan kerugian material lebih dari Rp1,5 miliar.
Meski api cepat menguasai seluruh bagian rumah, warga bersama tim gabungan langsung bergerak membendung kobaran agar tidak menjalar ke permukiman padat di sekitarnya.
Koordinator Lapangan Tim Damkar Trenggalek, Jefri Candra, mengatakan petugas menduga arus pendek listrik atau korsleting menjadi pemicu kebakaran.
Api Cepat Menguasai Atap Rumah
Seorang warga bernama Amir pertama kali melihat kebakaran sekitar pukul 18.15 WIB.
Saat itu, Amir melihat kepulan asap tebal membumbung dari atas rumah Cahyo Widodo. Ketika mendekati lokasi, ia melihat kobaran api sudah membakar bagian atap rumah.
Warga sekitar langsung bergotong royong menyiramkan air menggunakan peralatan seadanya untuk menahan kobaran api.
Namun, embusan angin dan material bangunan membuat api semakin liar dan sulit dikendalikan. Karena keterbatasan peralatan, warga menghubungi Camat Munjungan pada pukul 18.28 WIB untuk meneruskan laporan kepada layanan pemadam kebakaran.
Damkar Berangkat Dua Menit Setelah Laporan
Koordinator Lapangan Tim Damkar Trenggalek, Jefri Candra, mengonfirmasi pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 18.28 WIB. Petugas siaga langsung merespons dan berangkat menuju lokasi.
“Laporan masuk pukul 18.28 WIB. Petugas kami langsung berangkat dua menit kemudian, tepatnya pukul 18.30 WIB,” kata Jefri.
Jarak tempuh dan jalur berliku menuju Kecamatan Munjungan membuat armada Damkar membutuhkan waktu sekitar 62 menit untuk mencapai lokasi.
“Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 19.28 WIB dan langsung menggelar selang untuk menyemprotkan air serta melakukan pembasahan,” ujarnya.
Dua Armada dan 12 Petugas Turun Padamkan Api
Damkar Trenggalek mengerahkan dua unit mobil pompa pemadam untuk menjinakkan kobaran api. Satu unit berangkat dari Mako Damkar Trenggalek, sedangkan satu unit lainnya bergerak dari Pos WMK Watulimo.
Jefri menurunkan 12 personel pemadam untuk mengepung titik api.
“Kami menerjunkan 12 anggota untuk menangani kebakaran tersebut,” terang Jefri.
Petugas memulai operasi pemadaman secara intensif pada pukul 19.30 WIB. Mereka terus memadamkan api dan membasahi area kebakaran hingga pukul 20.20 WIB.
Tim menghabiskan sekitar 7.000 liter air selama operasi pemadaman.
“Pembasahan selesai pukul 20.20 WIB. Tim menghabiskan total air sekitar 7.000 liter,” jelasnya.
Sebelum meninggalkan lokasi, petugas kembali menyisir seluruh sudut bangunan dan memeriksa kelengkapan peralatan.
Kerugian Tembus Rp1,5 Miliar, Aset Rp100 Juta Terselamatkan
Api membakar sebagian besar bangunan sehingga menimbulkan kerugian finansial yang besar.
Damkar Trenggalek memperkirakan kerugian material pemilik rumah mencapai lebih dari Rp1,5 miliar. Namun, kerja cepat tim gabungan menyelamatkan aset lain senilai lebih dari Rp100 juta dari kobaran api.
“Kerugian material kami taksir lebih dari Rp1,5 miliar, tetapi tim berhasil menyelamatkan aset bernilai lebih dari Rp100 juta,” ungkap Jefri.
Petugas memastikan kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa.
Sejumlah unsur ikut membantu proses pemadaman. Personel Polsek Munjungan, Koramil Munjungan, Camat Munjungan, Redkar Munjungan, Tagana Trenggalek, KSB Sumbreng Munjungan, petugas PLN, perangkat Desa Munjungan, serta masyarakat sekitar turut berjibaku di lokasi.
Warga Jadi Lapis Pertama Pemadaman
Sebelum Tim Damkar tiba, warga setempat lebih dulu menghadang pergerakan api. Mereka menyelamatkan barang barang berharga korban. Warga juga berusaha mencegah api menyebar ke bangunan tetangga.
Kepala Desa Munjungan, Agus Setiawan, mengapresiasi kekompakan warga dan kesiapan seluruh personel gabungan.
“Warga tadi sangat guyub rukun dan bahu-membahu membantu proses pemadaman api,” kata Agus.
Ia lega karena kerja keras seluruh pihak mampu memblokir kobaran api sehingga tidak merembet ke area permukiman lain.
“Berkat kekompakan tim Damkar dari Trenggalek dan warga, api berhasil dipadamkan tepat waktu,” ungkapnya.
Agus juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat langsung di lapangan.
“Alhamdulillah, api tidak sampai merembet ke rumah-rumah di sekitarnya,” tandasnya.
Korsleting Listrik Diduga Jadi Pemicu
Jefri mengatakan analisis sementara mengarah pada gangguan arus pendek sebagai penyebab kebakaran.
“Dugaan sementara pemicu kebakaran berasal dari korsleting listrik,” terangnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk rutin memeriksa kelayakan instalasi listrik di rumah. Percikan akibat arus pendek dapat dengan cepat menyambar material bangunan dan memicu kebakaran yang lebih besar.(CIA)
Views: 30

















