TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek mengklaim wilayahnya kini sudah bebas dari area blank spot atau kawasan tanpa jaringan internet. Namun, klaim tersebut belum sepenuhnya menutup persoalan konektivitas digital di daerah ini.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Trenggalek masih memetakan sedikitnya delapan titik yang mengalami weak signal atau sinyal lemah. Mayoritas titik tersebut berada di kawasan pegunungan dengan kondisi geografis yang menyulitkan pemerataan jaringan telekomunikasi.
Kondisi ini menunjukkan persoalan konektivitas Trenggalek mulai bergeser. Pemkab kini tidak hanya mengejar ketersediaan sinyal, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas dan stabilitas jaringan agar warga dapat menggunakannya secara optimal.
Diskominfo Pastikan Blank Spot Sudah Nihil
Plt Kepala Diskominfo Kabupaten Trenggalek, Yusuf Widharto, mengatakan tim teknis telah melakukan penyisiran dan pengujian langsung di sejumlah wilayah.
“Berdasarkan pengecekan langsung teman-teman teknis di lapangan, area blank spot di Trenggalek saat ini sudah tidak ada,” tegas Yusuf.
Menurut Yusuf, persoalan yang masih muncul saat ini berupa sinyal lemah di beberapa lokasi.
“Kendala yang masih kami temukan sementara ini berupa indikasi sinyal lemah di beberapa titik,” ujarnya.
Artinya, warga di lokasi tersebut masih dapat menangkap jaringan seluler. Namun, kualitas koneksi belum cukup kuat untuk mendukung komunikasi dan aktivitas internet secara lancar.
Pemkab Gandeng Operator Perkuat 8 Titik
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Diskominfo Trenggalek memprioritaskan penguatan jaringan di titik-titik lemah. Pemkab juga menyampaikan daftar lokasi tersebut kepada sejumlah penyedia layanan telekomunikasi atau provider.
Yusuf mengatakan pemerintah daerah tidak bisa membangun dan memperkuat jaringan sendirian. Pemkab membutuhkan dukungan serta investasi dari operator seluler.
“Tentu kami terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama bermitra langsung dengan pihak provider,” kata Yusuf.
Salah satu operator yang intens berkoordinasi dengan Pemkab Trenggalek yakni Telkomsel. Pemkab telah mengusulkan sejumlah lokasi untuk memperkuat pemancar Base Transceiver Station (BTS) maupun mengoptimalkan jaringan.
“Kami sudah mengusulkan titik-titik yang terindikasi memiliki sinyal lemah,” ungkapnya.
Dari pemetaan sementara, Diskominfo mencatat sekitar delapan titik strategis masuk daftar prioritas. Pemkab menempatkan kawasan permukiman di daerah pegunungan sebagai sasaran utama karena kondisi geografisnya cukup menantang.
“Ada sekitar delapan titik indikasi sinyal lemah. Kawasan pegunungan tentu menjadi prioritas utama yang kami dorong penanganannya,” tambahnya.
Tantangan Bergeser dari Blank Spot ke Kualitas Sinyal
Hilangnya blank spot tidak otomatis membuat seluruh warga menikmati koneksi internet yang memadai. Batang sinyal yang muncul di layar ponsel belum tentu menunjukkan kualitas jaringan yang stabil.
Koneksi yang lambat dan sering naik-turun dapat menghambat aktivitas digital masyarakat. Urusan administrasi, bisnis, pendidikan, hingga komunikasi sehari-hari ikut terdampak jika jaringan tidak stabil.
Karena itu, Pemkab Trenggalek kini menghadapi tantangan baru. Pemerintah harus meningkatkan kualitas jaringan dari sekadar weak signal menjadi koneksi yang cepat dan stabil, terutama di wilayah pegunungan.
Wi-Fi Sekolah dan Ruang Publik Terus Berjalan
Di sektor pendidikan dan layanan publik, Diskominfo Trenggalek menyebut jaringan Wi-Fi di sekolah-sekolah sejauh ini berjalan tanpa kendala berarti.
Pemkab juga terus memperluas akses internet gratis bagi masyarakat. Saat ini, pemerintah daerah mengoperasikan sekitar 23 hingga 25 titik Wi-Fi publik di berbagai lokasi.
Pemkab menempatkan fasilitas tersebut di sejumlah lokasi strategis, mulai dari pusat kota hingga kawasan wisata.
“Kami menyebar titik-titik Wi-Fi publik ini di lokasi strategis, termasuk area pusat kota dan kawasan pariwisata,” beber Yusuf.CIA)
Views: 9
















