Tiga Hari Dirawat, Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di Trenggalek Akhirnya Boleh Pulang

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idSA (11), siswa SDI Luqman Al Hakim Trenggalek, akhirnya pulang dari RSUD dr. Soedomo pada Jumat (14/8/2026) pagi. Setelah tiga hari menjalani perawatan akibat dehidrasi, kondisi kesehatan SA mulai membaik. Namun, kepulangan pasien belum menjawab pertanyaan besar mengenai penyebab 549 penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Petugas medis mengizinkan SA meninggalkan Ruang Dahlia RSUD dr. Soedomo sekitar pukul 10.30 WIB.

Direktur RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Saeroni, membenarkan kepulangan pasien tersebut setelah menjalani perawatan sejak Rabu (12/8/2026).

“Hari ini pasien sudah KRS (Keluar Rumah Sakit) dan resmi pulang setelah menerima perawatan sejak 12 hingga 14 Agustus 2026,” ujar Saeroni, Jumat (14/8/2026).

Tim dokter juga menjadwalkan pemeriksaan ulang untuk SA pada Selasa (18/8/2026).

“Kami menganjurkan pasien melakukan kontrol lagi pada 18 Agustus 2026. Jika parameternya stabil dan membaik, pasien tidak perlu menjalani kontrol lanjutan,” tambahnya.

Penyebab Masih Menunggu Hasil Lab

Kondisi SA yang membaik membawa kabar positif bagi keluarga. Namun, rumah sakit belum bisa memastikan hubungan antara infeksi saluran pencernaan yang dialami pasien dengan menu MBG dari SPPG Tamanan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah.

Saeroni menjelaskan bahwa tim medis fokus menangani kondisi klinis pasien.

“Pasien masuk dengan diagnosis diare akibat peradangan atau infeksi. Tim dokter sukses menangani infeksi tersebut hingga kondisi pasien membaik dan bisa pulang,” jelas Saeroni.

Menurutnya, rumah sakit bertanggung jawab menangani kondisi kesehatan pasien. Sementara itu, instansi berwenang harus menguji dugaan keracunan melalui pemeriksaan laboratorium.

“Fokus utama kami di rumah sakit adalah memberikan pelayanan medis terbaik agar tidak memicu komplikasi yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

Saat wartawan menanyakan penyebab keracunan, Saeroni kembali menegaskan bahwa pemeriksaan laboratorium harus memastikan dugaan tersebut.

“Mengenai pembuktian keracunan, instansi berwenang harus menjalankan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut,” ujarnya.

Diare Lebih dari 10 Kali, SA Jadi Salah Satu dari 549 Korban

Sebelumnya, kondisi SA sempat mengkhawatirkan. Dokter Spesialis Anak RSUD dr. Soedomo, dr. Riza Maulina, mencatat pasien mengalami muntah lebih dari tujuh kali dan diare lebih dari 10 kali dalam sehari.

Kondisi tersebut membuat tubuh SA kehilangan banyak cairan. Tim medis kemudian memberikan cairan rehidrasi melalui infus.

SA menjadi salah satu dari 549 penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap paket MBG pada Selasa (11/8/2026).

Menu tersebut terdiri dari nasi putih, ayam bumbu sate, tahu fantasi, cah bayam jagung, dan semangka.

Data Satgas MBG Trenggalek mencatat keluhan muncul di tiga titik.

  • SMPN 1 Trenggalek: 493 orang, terdiri dari 474 siswa dan 19 guru.
  • SDI Luqman Al Hakim: 30 orang, terdiri dari 20 siswa dan 10 tenaga pendidik.
  • Posyandu Kelurahan Tamanan: 26 orang, terdiri dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, kader kesehatan, dan warga umum.

Hasil Laboratorium BBLK Surabaya Jadi Kunci

Di tengah membaiknya kondisi korban, masyarakat masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga belum menetapkan kasus tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menghentikan sementara operasional SPPG Tamanan selama 30 hari untuk menjalani investigasi dan evaluasi.(CIA)

Views: 19