Pidato Presiden Panjang dan Terbentur Salat Jumat, DPRD Trenggalek Hentikan Paripurna Lebih Awal

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Trenggalek dalam rangka mengikuti Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada Jumat (14/8/2026) berlangsung tidak sampai tuntas.

Pimpinan DPRD Trenggalek menghentikan rapat lebih awal sebelum Presiden menyelesaikan pidatonya di Istana Negara.

Keputusan tersebut muncul karena durasi pidato Presiden cukup panjang dan waktunya berdekatan dengan pelaksanaan salat Jumat di Trenggalek.

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menyampaikan permohonan maaf atas penghentian rapat sebelum pidato Presiden selesai.

“Kami memohon maaf karena rapat paripurna mendengarkan pidato Presiden harus kami hentikan lebih awal sebelum pidatonya selesai,” ujar Doding, Jumat (14/8/2026).

Doding menjelaskan, perbedaan waktu pelaksanaan salat Jumat antara Trenggalek dan Jakarta turut memengaruhi keputusan tersebut.

“Waktunya sangat mepet dengan salat Jumat. Selisih waktu salat di Trenggalek dan Jakarta itu sekitar 10 menit, jadi kami terpaksa menyetop rapat lebih dulu,” jelasnya.

Dewan Lanjut Simak Pidato Presiden Lewat Ponsel

Meski pimpinan DPRD telah mengetuk palu tanda berakhirnya rapat dan mematikan layar utama ruang paripurna, anggota dewan tetap mengikuti pidato Presiden.

Doding memastikan para pimpinan dan anggota DPRD menyaksikan siaran langsung melalui telepon seluler masing-masing.

“Teman-teman pimpinan dan anggota dewan tetap menyaksikan siaran langsung pidato kenegaraan melalui HP masing-masing sampai selesai,” ungkap Doding.

Dengan cara tersebut, para anggota dewan tetap mengikuti isi pidato hingga selesai meski rapat paripurna secara resmi telah berakhir.

DPRD Soroti Penguatan BUMD dan Target Ekonomi 6 Persen

Dari pidato yang mereka simak, Doding mencatat sejumlah poin penting yang relevan dengan pembangunan daerah.

Salah satu poin yang menarik perhatiannya yakni penguatan lembaga ekonomi milik pemerintah.

“Presiden menekankan penguatan lembaga ekonomi seperti BUMN. Di daerah, kita juga harus menggenjot BUMD agar semakin berkembang demi meningkatkan pendapatan daerah,” tegasnya.

Menurut Doding, pemerintah daerah perlu mendorong BUMD agar lebih produktif dan mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Selain BUMD, Doding menyoroti target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen.

Ia menilai target tersebut cukup ambisius, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik global.

“Pak Presiden berharap ekonomi bisa tumbuh sampai 6 persen. Kalau Indonesia benar-benar mampu tumbuh 6 persen di tengah perang global, itu capaian yang sangat luar biasa,” ujar Doding.

Sekolah Rakyat dan Cek Kesehatan Gratis Jadi Perhatian

Doding juga mencermati pesan Presiden mengenai pembangunan sumber daya manusia melalui program Sekolah Rakyat.

Ia berharap anak-anak Trenggalek yang mengikuti program tersebut mampu mengembangkan potensi dan meraih prestasi.

“Di pidato tadi dicontohkan ada anak Sekolah Rakyat yang sukses jadi Paskibraka nasional dan atlet karate. Kita harapkan anak-anak Sekolah Rakyat di Trenggalek juga terus berjuang meningkatkan kemampuan,” tuturnya.

Doding juga meminta pemerintah daerah memperluas akses program pemeriksaan kesehatan gratis.

Ia mendorong Dinas Kesehatan Trenggalek memastikan masyarakat dari berbagai lapisan dapat memanfaatkan layanan tersebut.

“Pemerintah pusat terus menggalakkan cek kesehatan gratis. Pemerintah daerah harus memaksimalkan jangkauan agar seluruh lapisan masyarakat di Trenggalek bisa mengakses fasilitas tersebut,” pungkas Doding.

Meski DPRD Trenggalek menghentikan rapat lebih awal, para legislator tetap mengikuti pidato Presiden hingga selesai melalui perangkat masing-masing.

Pesan utama Presiden mengenai penguatan ekonomi, BUMD, pendidikan, dan layanan kesehatan pun menjadi catatan bagi DPRD Trenggalek untuk mendorong kebijakan daerah ke depan.(CIA)

Views: 19