TRENGGALEK, bioztv.id — Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi mulai mengubah kebiasaan masyarakat Trenggalek saat mengisi bahan bakar di stasiun pengisian. Sejak Pertamina menaikkan harga Pertamax dan Pertamina Dex pada 10 Juni 2026, banyak pemilik kendaraan beralih ke Pertalite untuk menekan pengeluaran harian.
Manajemen SPBU 54.663.04 Surodakan, Kecamatan Trenggalek, mencatat perubahan pola konsumsi tersebut secara jelas. Penjualan Pertamax dan Pertamina Dex turun tajam, sedangkan konsumsi Pertalite justru meningkat signifikan.
Kepala SPBU Surodakan Trenggalek, Kurniatri Baskoro Edi, membenarkan bahwa masyarakat langsung merespons kenaikan harga dengan mengurangi pembelian BBM nonsubsidi.
“Setelah Pertamina mengumumkan kenaikan harga Pertamax dan Pertamina Dex, kami langsung merasakan penurunan omzet yang sangat drastis untuk kedua jenis BBM nonsubsidi tersebut,” ujar Kurniatri Baskoro Edi, Jumat (26/6/2026).
Penjualan Pertamax Turun Hampir Separuh
Edi menjelaskan, sebelum harga baru berlaku, SPBU Surodakan rata-rata menjual sekitar 5 kiloliter (KL) atau 5.000 liter Pertamax setiap hari. Kini, volume penjualan harian hanya berkisar 2 hingga 3 KL.
“Penjualannya hampir turun 50 persen jika kami bandingkan dengan kondisi normal,” jelasnya.
Penurunan serupa juga terjadi pada Pertamina Dex. Banyak pelanggan memilih menghemat pengeluaran dengan beralih ke BBM yang harganya lebih terjangkau.
Sebaliknya, Pertalite justru menjadi pilihan utama masyarakat. SPBU Surodakan mencatat penjualan Pertalite meningkat dari rata-rata 10–11 KL per hari menjadi sekitar 13–14 KL per hari.
“Untuk Pertalite justru kami mencatat kenaikan omzet yang cukup besar. Biasanya penjualan hanya sekitar 10 sampai 11 KL per hari, sekarang meningkat menjadi 13 sampai 14 KL per hari,” terangnya.
Menurut Edi, perubahan tersebut menunjukkan masyarakat semakin cermat mengatur pengeluaran rumah tangga, terutama untuk kebutuhan transportasi sehari-hari.
SPBU Pastikan Pasokan BBM Tetap Aman
Meski permintaan Pertalite meningkat, manajemen SPBU memastikan stok BBM di Kabupaten Trenggalek tetap aman. Pihak pengelola mengimbau masyarakat agar tetap membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Edi menjelaskan, SPBU Surodakan setiap hari menyiapkan stok Pertalite sekitar 16 hingga 24 KL. Sementara itu, pihaknya juga menyediakan Biosolar sebanyak 8 hingga 16 KL per hari.
“Pertamina selalu siap memenuhi kebutuhan BBM nonsubsidi. Untuk Pertalite maupun Biosolar, kami memastikan stok di lapangan masih sangat aman dan mencukupi,” tegas Edi.
Ia juga mengajak masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap isu kelangkaan BBM. Hingga saat ini, Pertamina terus menyalurkan pasokan secara normal dan tepat waktu ke seluruh SPBU.
Masyarakat Lebih Rasional Memilih BBM
Perubahan pola konsumsi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM bukan hanya memengaruhi pengeluaran rumah tangga, tetapi juga mengubah preferensi masyarakat dalam memilih bahan bakar kendaraan.
Bagi banyak pengendara di Trenggalek, beralih ke Pertalite kini menjadi pilihan paling rasional untuk menjaga biaya operasional kendaraan tetap terjangkau tanpa mengganggu kebutuhan mobilitas sehari-hari.(CIA)
Views: 6

















