Imbas Pembangunan Jembatan Gondang, Bus dari Terminal Trenggalek Pindah Jalur dan Berangkat Awal

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id Proyek revitalisasi Jembatan Gondang di Kabupaten Tulungagung mulai memengaruhi operasional bus antarkota yang berangkat dari Terminal Tipe A Surodakan Trenggalek. Untuk mengantisipasi keterlambatan akibat pengalihan arus lalu lintas, para operator bus memajukan jadwal keberangkatan armada hingga satu jam lebih awal.

Pihak terminal menerapkan penyesuaian jadwal ini khusus untuk armada Bus Antarkota Dalam Provinsi (AKDP). Kebijakan tersebut menyasar bus tujuan Surabaya, Malang, Banyuwangi, dan sejumlah kota lain yang melintasi wilayah Tulungagung.

Koordinator Satuan Pelayanan (Wasatpel) Terminal Tipe A Surodakan Trenggalek, Devi Ariandi, menjelaskan bahwa pihaknya memajukan jadwal keberangkatan agar armada tetap tiba tepat waktu di terminal tujuan. Penyesuaian ini penting karena armada bus harus memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh.

“Kami mengalihkan arus bus yang biasanya melintas jalur normal menjadi lewat Durenan, Campurdarat, hingga Kecamatan Boyolangu sebelum masuk ke terminal tujuan,” ujar Devi Ariandi saat memberikan konfirmasi.

“Kami juga memajukan jadwal keberangkatan selama satu jam agar bus tetap tiba di terminal tujuan sesuai jadwal normal,” imbuhnya.

Antisipasi Macet, Bus Besar Wajib Lewat Campurdarat

Devi menjelaskan, pihak terminal merekayasa arus lalu lintas karena proyek revitalisasi Jembatan Gondang diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun 2026. Jika armada bus tetap melintasi jalur utama, kondisi itu berpotensi memicu kemacetan parah di kawasan sekitar proyek.

Karena itu, petugas mengarahkan bus berukuran besar melewati jalur alternatif Durenan–Pasar Bandung–Campurdarat–Boyolangu sebelum masuk ke Terminal Gayatri Tulungagung.

“Bus besar memiliki dimensi panjang dan lebar. Karena itu, kami mengarahkan mereka lewat jalur Campurdarat karena kondisi jalannya lebih lebar dan aman. Langkah ini juga efektif mengurangi potensi penumpukan kendaraan,” jelas Devi.

Pihak terminal menilai jalur alternatif via Campurdarat sebagai opsi paling aman dan rasional untuk menjaga kelancaran transportasi umum selama proyek berlangsung.

Jalur Malasan Masih Tahap Kajian

Di sisi lain, Terminal Surodakan juga mempertimbangkan jalur alternatif lain bagi armada bus kecil. Petugas melirik jalur Desa Malasan, Kecamatan Durenan, yang langsung menembus wilayah Tulungagung.

Namun hingga kini, pihak terminal masih mengkaji kelayakan jalur desa tersebut untuk operasional bus reguler harian.

“Kami memang menerima informasi bahwa bus kecil bisa lewat jalur Desa Malasan menuju Tulungagung. Tetapi sampai hari ini kami belum meninjau langsung kondisi jalannya untuk memastikan kelayakannya,” kata Devi.

Ia memastikan perubahan rute dan penyesuaian jam keberangkatan ini hanya berlaku sementara sampai proyek Jembatan Gondang selesai.

Penumpang Diminta Datang Lebih Awal

Pihak Terminal Tipe A Surodakan mengimbau seluruh calon penumpang agar memperhatikan perubahan jadwal keberangkatan supaya tidak tertinggal bus.

Meski operator memajukan jadwal operasional, Devi memastikan seluruh armada tetap menjalankan layanan sesuai trayek resmi tanpa praktik ngetem berkepanjangan di jalan.

“Setiap bus sudah memiliki jadwal tetap. Jadi, kami memastikan tidak ada praktik ngetem. Pengalihan rute lewat Durenan atau Campurdarat ini murni langkah darurat sementara,” tegasnya.(CIA)

Views: 4