TRENGGALEK, bioztv.id – Momen hangat silaturahmi Lebaran berubah menjadi duka mendalam di Jalan Raya Trenggalek–Ponorogo. Kecelakaan maut yang melibatkan sepeda motor dan truk tronton terjadi di Desa Jambu, Kecamatan Tugu, pada Sabtu (21/3/2026) malam. Insiden tragis ini merenggut satu nyawa dan menyebabkan satu orang lainnya mengalami luka berat.
Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 20.48 WIB. Meski cuaca cerah dan kondisi jalan baik, arus kendaraan yang ramai pada malam hari meningkatkan risiko bagi pengguna jalan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Trenggalek, Ipda Miftahul, mengonfirmasi bahwa tabrakan bermula saat pengendara sepeda motor mencoba berbelok arah.
“Kecelakaan ini melibatkan sepeda motor Honda Karisma dan kendaraan besar Hino Tractor Head. Pengendara motor diduga kurang waspada saat hendak berbelok, sehingga bertabrakan dengan truk yang datang dari arah berlawanan,” jelas Ipda Miftahul, Minggu (22/3/2026).
Kronologi Kejadian: Detik-Detik Benturan Keras
Suwito (57), warga Desa Pucanganak, Kecamatan Tugu, mengendarai sepeda motor Honda Karisma bernopol AG-5741-YAY malam itu. Ia membonceng Komsiatun (48) untuk mengunjungi sanak saudara dalam rangka merayakan Lebaran.
Saksi mata menyebutkan motor melaju dari arah selatan menuju utara. Saat tiba di lokasi kejadian, Suwito berbelok ke arah timur. Namun, pada saat bersamaan, truk Hino Tractor Head bernopol M-8532-UG melaju dari arah utara menuju selatan. Purwanto Arif Prasetyo, warga Kabupaten Madiun, mengemudikan truk tersebut.
Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, keduanya tidak dapat menghindari benturan keras.
Satu Meninggal Dunia, Satu Luka Berat
Benturan keras tersebut membuat kedua pengendara motor terpental dan mengalami luka serius. Suwito mengalami patah tulang kaki kiri, luka robek di pergelangan kaki, serta nyeri hebat di bagian leher belakang.
“Pengendara sepeda motor (Suwito) mengembuskan napas terakhir saat petugas membawa korban menuju RSUD dr. Soedomo Trenggalek,” ungkap Miftahul.
Sementara itu, Komsiatun mengalami luka berat berupa patah tulang terbuka pada paha kiri serta luka lecet di sekujur tubuh. Tim medis masih merawat Komsiatun secara intensif di rumah sakit.
Kurangnya Kewaspadaan
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, Satlantas Polres Trenggalek menduga faktor manusia menjadi penyebab utama kecelakaan. Pengendara motor tidak memperhatikan arus lalu lintas dari arah depan sebelum berbelok.
“Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan pengendara motor tidak memperhatikan kendaraan di sekitarnya. Padahal, kondisi jalan dan kendaraan sebenarnya dalam keadaan laik,” tambahnya.
Penanganan Cepat di Lokasi Kejadian
Petugas kepolisian langsung mengamankan lokasi sesaat setelah kejadian. Personel Satlantas Polres Trenggalek mengumpulkan bukti di lapangan, memeriksa sejumlah saksi, serta mengajukan visum terhadap kedua korban.(CIA)
Views: 140
















