TRENGGALEK, bioztv.id – Anggota DPRD Kabupaten Trenggalek, Murkam, langsung mengawal aspirasi warga wilayah pesisir tanpa jeda. Seusai mengikuti Musrenbang Kecamatan Watulimo pada pagi hari, legislator dari Dapil IV ini segera menggelar Reses II Masa Sidang 2025/2026 di Gedung MI Desa Margomulyo, Selasa (3/2/2026) siang.
Melalui langkah maraton ini, Murkam memastikan perencanaan pembangunan berjalan selaras dari hulu ke hilir. Musrenbang ia tempatkan sebagai forum kebijakan makro, sementara reses ia manfaatkan sebagai ruang dialog langsung yang membumi bagi masyarakat untuk menyuarakan persoalan riil.
“Musrenbang menjadi forum resmi negara, sementara reses memberi ruang warga berbicara apa adanya. Keduanya harus saling menguatkan agar kebijakan tidak terlepas dari realitas lapangan,” ujar Murkam di hadapan peserta reses.
Dari Isu Guru hingga Fasilitas Keagamaan
Selama pertemuan yang berlangsung pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, Murkam berdialog langsung dengan berbagai elemen masyarakat. Kepala Desa Margomulyo, praktisi pendidikan, tokoh agama, perwakilan pemuda, hingga kelompok perempuan dari sejumlah desa di Kecamatan Watulimo turut hadir dan aktif menyampaikan pandangan.
Warga memanfaatkan forum tersebut untuk menyuarakan beragam kebutuhan, di antaranya:
- Peningkatan fasilitas pendidikan dan kesejahteraan guru
- Penguatan program pemberdayaan pemuda kreatif
- Bantuan sarana pendukung kegiatan sosial dan keagamaan
Murkam menegaskan bahwa ia mencatat seluruh aspirasi tersebut secara rinci untuk ia perjuangkan melalui pembahasan di DPRD.
“Reses bukan seremoni belaka. Kami menginventarisasi semua usulan agar bisa kami dorong masuk dalam prioritas pembangunan daerah,” tegasnya.
Menyusun Strategi di Tengah Fiskal Ketat
Murkam secara terbuka mengakui bahwa kondisi fiskal daerah saat ini menghadapi tekanan serius. Namun, situasi tersebut justru menuntut DPRD untuk bekerja lebih cermat dalam menentukan arah dan skala prioritas pembangunan.
Menurutnya, reses berperan penting dalam menyeimbangkan kebijakan yang sering kali bersifat top-down. Tanpa mendengar langsung suara masyarakat, pemerintah berisiko menjalankan program administratif yang tidak menjawab persoalan utama.
“Anggaran kita memang terbatas. Karena itu, setiap rupiah harus tepat sasaran dan menjawab kebutuhan nyata warga. Reses membantu kami menentukan mana yang paling mendesak,” jelasnya.
Komitmen Kawal Aspirasi Hingga Jadi Kebijakan
Antusiasme warga dalam forum tersebut mencerminkan tingginya harapan masyarakat Watulimo terhadap perubahan nyata. Sejumlah tokoh masyarakat secara tegas meminta agar aspirasi mereka tidak berhenti sebatas forum diskusi.
Menanggapi hal itu, Murkam berkomitmen mensinergikan hasil reses dengan rumusan Musrenbang Kecamatan Watulimo. Ia menargetkan lahirnya satu paket usulan yang kuat saat pembahasan di tingkat kabupaten.
“Prinsip saya jelas. Aspirasi warga Watulimo tidak boleh berhenti di ruangan ini. Saya akan mengawalnya sampai menjadi kebijakan nyata yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Murkam. (CIA)
Views: 27

















