TRENGGALEK, bioztv.id – Anggota DPRD Kabupaten Trenggalek dari Fraksi PDI Perjuangan, Sugianto (Antok), turun langsung menyerap aspirasi warga Kecamatan Gandusari dalam agenda reses Masa Sidang II Tahun 2025–2026, Selasa (3/2/2026). Dalam pertemuan itu, Antok menyoroti sejumlah persoalan krusial, mulai dari carut-marut layanan kartu kesehatan hingga minimnya infrastruktur desa.
Bertempat di Dusun Gumelar, Desa Gandusari, sekitar 40 peserta hadir dan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai tokoh masyarakat, pemuda, hingga kelompok perempuan. Sugiyanto menegaskan bahwa reses menjadi ruang strategis untuk menangkap persoalan riil yang kerap luput dari perhatian pemerintah kabupaten.
“Kami hadir untuk mendengar langsung kebutuhan warga. Aspirasi ini bukan sekadar catatan, tetapi modal kuat yang akan kami perjuangkan masuk ke dalam dokumen perencanaan dan anggaran daerah,” ujar politisi dari Dapil III itu.
Soroti KIS Nonaktif, Sugiyanto Dorong Warga Lebih Proaktif
Dalam dialog bersama warga, Antok menerima banyak keluhan terkait Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang mendadak nonaktif. Kondisi ini kerap mempersulit warga ketika membutuhkan layanan kesehatan secara mendesak.
Menanggapi persoalan tersebut, Sugiyanto meminta warga tidak bersikap pasif dan rutin memeriksa status kepesertaan KIS.
“Banyak warga baru mengetahui KIS-nya nonaktif saat sudah berada di rumah sakit. Saya minta warga segera melapor ke pemerintah desa jika menemui kendala, supaya kami bisa mendorong pendataan ulang atau pengusulan kembali ke dinas terkait,” tegasnya.
Infrastruktur Pertanian dan Ekonomi Perempuan Jadi Prioritas
Selain persoalan kesehatan, warga Gandusari juga menyampaikan keluhan terkait rusaknya saluran irigasi pertanian dan kondisi jalan lingkungan yang memerlukan perbaikan. Sugiyanto menilai perbaikan irigasi menjadi kebutuhan mendesak karena mayoritas warga menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, Sugiyanto juga menaruh perhatian besar pada pemberdayaan ekonomi perempuan. Ia mendorong pemerintah daerah menghadirkan pelatihan ekonomi produktif bagi ibu rumah tangga, seperti pembuatan kue dan camilan tradisional, termasuk rempeyek.
“Pemberdayaan perempuan berdampak langsung terhadap ketahanan ekonomi rumah tangga. Kami akan mendorong pelatihan yang aplikatif dan memiliki nilai jual,” lanjutnya.
Dorong Optimalisasi BKK Desa di Tengah Keterbatasan Anggaran
Dalam kesempatan tersebut, Sugiyanto turut mensosialisasikan pemanfaatan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa untuk mempercepat pembangunan infrastruktur skala lingkungan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan DPRD agar usulan warga memiliki peluang realisasi lebih besar.
Meski daerah menghadapi keterbatasan fiskal, Sugiyanto berkomitmen mengawal aspirasi paling mendesak agar menjadi prioritas pembahasan di DPRD.
“Hari ini kami benar-benar panen aspirasi. Memang tidak semua bisa terealisasi sekaligus karena keterbatasan anggaran, tetapi kami pastikan kebutuhan yang paling mendesak akan menjadi prioritas perjuangan kami di DPRD,” pungkasnya.
Antok menutup kegiatan tersebut dengan mengapresiasi warga Gandusari yang aktif menyampaikan aspirasi secara terbuka dan konstruktif demi kemajuan desa mereka. (CIA)
Views: 91

















