Penyanyi SG Endorse Arisan Viral di Trenggalek, Pengacara Korban Desak Polisi Bongkar Peran Artis

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Kasus dugaan penggelapan arisan “Get Menurun” di Trenggalek memasuki babak krusial. Keterlibatan artis dan influencer ternama yang mempromosikan arisan tersebut kini menjadi sorotan utama. Kuasa hukum para korban, Bambang Purwanto, menilai promosi dari figur publik memegang peran kunci dalam memperkuat alat bukti hukum.

Bambang menegaskan, para artis dan influencer tidak sekadar mengiklankan arisan, tetapi secara langsung memperlihatkan bahwa praktik arisan lelang itu berjalan masif dan terbuka di ruang publik.

“Endorse artis dan influencer menjadi alat bukti yang sangat kuat. Dari situ kami bisa membuktikan bahwa arisan ini nyata, pernah berjalan, dan dipromosikan secara besar-besaran kepada masyarakat,” tegas Bambang,

Promosi Artis Jadi Pintu Masuk Pembuktian

Bambang mendesak penyidik Satreskrim Polres Trenggalek agar segera mengklarifikasi peran para promotor. Menurutnya, keterangan mereka sangat menentukan untuk membongkar sistem kerja arisan dan jalur komunikasi antara terlapor berinisial NV dengan para peserta.

“Kami tidak serta-merta menuduh mereka. Namun, penyidik perlu menggali keterangan para promotor agar memahami bagaimana sistem arisan ini diperkenalkan hingga membuat masyarakat tergiur,” jelasnya.

Ia meyakini, keterangan para figur publik tersebut akan membuka pola pengelolaan dana yang selama ini tertutup dan sulit dilacak.

Penyanyi Berinisial SG Diduga Ikut Memasarkan Arisan

Sebelumnya, Satreskrim Polres Trenggalek menerima enam laporan polisi terkait dugaan penggelapan dana arisan yang menjerat NV. Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro, mengonfirmasi bahwa sejumlah influencer dan penyanyi terkenal berinisial SG ikut memasarkan program arisan tersebut.

“Kami akan memanggil seluruh pihak terkait, termasuk influencer dan artis (SG) yang mempromosikan arisan ini, untuk kami mintai keterangan,” tegas AKP Eko.

Melalui pemeriksaan tersebut, polisi berupaya mendalami peran masing-masing pihak sekaligus menentukan ada atau tidaknya unsur pidana dalam keterlibatan mereka.

Endorse Menarik Korban, Kerugian Tembus Rp1,5 Miliar

Promosi masif para artis dan influencer diduga kuat menarik minat warga hingga berani menyetorkan uang dalam jumlah besar. Bambang menyebut, para korban mengalami kerugian rata-rata Rp80 juta per orang.

Berdasarkan perhitungan sementara, terlapor NV menghimpun dana hingga sekitar Rp1,5 miliar. Dari total tersebut, sekitar Rp800 juta masuk kategori dana jatuh tempo namun tidak pernah dicairkan kepada peserta.

NV menjalankan sistem arisan “Get Menurun” yang ia kombinasikan dengan lelang urutan pencairan. Namun, saat waktu pencairan tiba, NV menghilangkan dana tersebut. Bahkan, NV bersikap kasar dan memblokir kontak peserta yang menagih hak mereka.

Kini, para korban menaruh harapan besar kepada kepolisian agar mengusut tuntas seluruh jaringan arisan ini, termasuk pihak-pihak yang membangun citra positif arisan melalui endorsement di media sosial.(CIA)

Views: 71