TRENGGALEK, bioztv.id – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Trenggalek mulai menunjukkan kualitas pembinaan yang mereka bangun. Meski masih berstatus sekolah baru dan belum menempati gedung permanen, para siswa sudah berhasil mengukir prestasi di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Para siswa tersebut meraih prestasi saat mengikuti ajang Eduschool and Campus Expo di Jatim Expo Surabaya. Dalam kompetisi itu, delegasi SRT 50 Trenggalek membawa pulang sejumlah penghargaan dari berbagai kategori lomba.
Kepala SRT 50 Trenggalek, Yogyantoro, mengatakan capaian tersebut membuktikan bahwa siswa Sekolah Rakyat mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Menurutnya, prestasi itu menjadi hasil positif dari proses pembinaan yang terus sekolah lakukan.
“Alhamdulillah, anak-anak mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan meraih prestasi di tingkat provinsi. Hasil ini tentu menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan di sekolah,” ujar Yogyantoro.
Dalam ajang tersebut, tiga siswa SRT 50 Trenggalek yang mengikuti lomba Tahfiz berhasil meraih predikat Best Participant. Sementara itu, tim sekolah yang tampil di kategori Got Talent sukses merebut Juara 2.
Tidak hanya itu, stan pameran SRT 50 Trenggalek juga menarik perhatian banyak pengunjung. Atas penampilan tersebut, panitia menetapkan stan SRT 50 Trenggalek sebagai stan favorit selama pelaksanaan expo.
Yogyantoro menilai rangkaian prestasi tersebut menunjukkan besarnya potensi yang dimiliki para siswa. Ia meyakini para peserta didik mampu berkembang dan berprestasi jika mendapatkan kesempatan, pembinaan, serta pendampingan yang tepat.
“Kami ingin memberikan kesempatan yang sama kepada setiap peserta didik untuk mengembangkan bakat, minat, dan potensi terbaiknya. Prestasi ini membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dan tampil percaya diri di panggung yang lebih luas,” katanya.
Pendidikan Berbasis Asrama Mulai Menunjukkan Hasil
Selama ini, SRT 50 Trenggalek menerapkan sistem pendidikan berbasis asrama yang memadukan kurikulum nasional dengan penguatan karakter. Sekolah tidak hanya mendorong pencapaian akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan nonakademik para siswa.
Yogyantoro menilai keberhasilan siswa di tingkat provinsi menjadi indikator bahwa pola pembinaan berbasis asrama mulai memberikan hasil yang positif.
Di tengah capaian tersebut, sekolah tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Saat ini, para siswa sedang fokus mengikuti Sumatif Akhir Semester (SAS) yang berlangsung hingga 12 Juni 2026.
Daya Tampung Sekolah Akan Bertambah
Selain meningkatkan kualitas pendidikan, SRT 50 Trenggalek juga bersiap memperluas kapasitas saat mulai menempati gedung permanen.
Pihak sekolah berencana membuka tiga rombongan belajar (rombel) pada setiap jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, hingga SMA. Dengan kuota 30 siswa per rombel, sekolah memperkirakan daya tampung total mencapai 270 siswa.
Meski kapasitas meningkat, sekolah tidak akan menggunakan mekanisme Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) seperti sekolah umum. Tim rekrutmen tetap menjaring calon siswa melalui mekanisme penjangkauan khusus (outreach) di bawah koordinasi Kementerian Sosial RI.
Yogyantoro menilai prestasi yang mulai diraih para siswa menjadi modal penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat.
“Capaian ini memacu semangat kami untuk terus memperkuat kualitas pendidikan dan pembinaan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para peserta didik,” pungkasnya.(CIA)
Views: 14

















