TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek memasuki fase krusial dalam rencana pinjaman daerah 2026. Nilai pinjamannya sudah mengerucut menjadi Rp70 miliar, tetapi Pemkab masih belum menentukan pilihan: Bank Jatim atau PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI).
Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Edy Soeprianto, mengakui bahwa Pemkab masih menimbang dua opsi tersebut.
“Terkait rencana pinjaman daerah, kita memiliki dua pilihan: Bank Jatim dan PT SMI. Kita masih perlu membahasnya lebih lanjut,” ujar Edy.
Edy menegaskan bahwa Pemkab akan memilih bank yang paling menguntungkan, terutama yang menawarkan bunga rendah dan proses pencairan mudah.
Karena evaluasi masih berjalan, Pemkab belum mengirim surat pengajuan pinjaman kepada salah satu lembaga. Edy memastikan Pemkab akan terus berkomunikasi dengan keduanya dalam waktu dekat.
Simulasi Cicilan: Pemkab Harus Bayar Rp5 Miliar pada Tahun Pertama
Edy juga menjelaskan simulasi cicilan yang harus Pemkab bayar jika pinjaman Rp70 miliar disetujui dan cair pada 2026.
Pada tahun pertama, yaitu Oktober 2026, Pemkab harus membayar pokok utang sebesar Rp3,5 miliar, Bunga Rp700 juta, Biaya tambahan lainnya hingga total mencapai sekitar Rp5 miliar
“Untuk tahun berikutnya, cicilan akan turun setiap tahun. Kita menargetkan pinjaman ini lunas pada Desember 2029,” jelas Edy.
Selama masa pembayaran 2026–2029, Pemkab memperkirakan total bunga dan biaya tambahan mencapai sekitar Rp9 miliar. Artinya, Pemkab akan mengeluarkan hampir Rp79 miliar untuk melunasi pinjaman Rp70 miliar tersebut.(CIA)
Views: 36

















