TRENGGALEK, bioztv.id – Warga akhirnya segera menikmati akses jalan mulus di ruas Ngetal–Kampak. Pasalnya, penyedia barang dan jasa telah berkontrak dengan pemerintah pusat untuk pengerjaan ruas ini. Proses penandatanganan kontrak dimulai dilakukan sejak 15 Desember 2025 lalu.
Selain membenahi jalan, proyek ini langsung menyasar persoalan banjir yang selama ini menghantui warga Desa Wonocoyo. Pemerintah memasukkan pembangunan sistem drainase modern sebagai bagian utama paket pekerjaan untuk mengatasi genangan air.
Kontrak Diteken, Penyedia Jasa Langsung Turun Lapangan
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Trenggalek, Anjang Purwoko, menyampaikan bahwa penyedia jasa bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) telah menyepakati dan menandatangani kontrak kerja.
“Kami menerima konfirmasi dari BPJN. Kontrak ruas Ngetal–Kampak sudah diteken sejak 15 Desember. Artinya, penyedia jasa sudah mulai bekerja di lapangan,” ujar Anjang.
Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp23,2 miliar untuk proyek ini. Meski nilai tersebut lebih rendah dari usulan awal Rp25 miliar akibat penyesuaian proses pengadaan, Anjang menegaskan bahwa kualitas pekerjaan tetap menjadi prioritas utama.
Terapkan Skema Multiyears, Fokus Persiapan di Akhir 2025
Pemerintah menjalankan proyek ini dengan skema kontrak tahun jamak (multiyears). Hingga akhir 2025, rekanan memusatkan pekerjaan pada tahap persiapan dan penanganan ringan.
“Kami akan menggenjot pekerjaan fisik utama mulai 2026. Untuk saat ini, fokus masih pada persiapan lapangan,” tambah Anjang.
Drainase Wonocoyo Gunakan Beton U-Ditch
Proyek ini menempatkan pembangunan drainase Desa Wonocoyo sebagai prioritas utama. Selama ini, saluran air yang ada tidak mampu menampung debit air sehingga air kerap meluap ke jalan dan permukiman warga.
Untuk menjamin ketahanan jangka panjang, kontraktor menggunakan beton fabrikasi tipe U-Ditch. Material ini lebih kuat dan mampu mengalirkan air secara optimal dibandingkan saluran konvensional.
Hotmix dan Keselamatan Jalan Jadi Fokus Utama
Secara teknis, proyek ini mencakup sejumlah pekerjaan utama, antara lain:
- Perkerasan hotmix, untuk meningkatkan kualitas jalan agar lebih halus dan tahan lama.
- Pembangunan bangunan pelengkap, seperti trotoar dan drainase di titik rawan genangan.
- Pembaruan data lapangan, di mana BPJN menyesuaikan volume pekerjaan dengan tingkat kerusakan terbaru agar pekerjaan tepat sasaran.
Meski BPJN memegang kewenangan penuh dalam penentuan volume pekerjaan, Pemerintah Kabupaten Trenggalek memastikan seluruh usulan krusial dari daerah telah terakomodasi.
Dengan dimulainya proyek ini, pemerintah berharap konektivitas ekonomi antar-kecamatan semakin lancar dan risiko banjir di Wonocoyo dapat teratasi secara permanen. Warga kini menanti pengerjaan tepat waktu agar manfaat pembangunan segera dirasakan.(CIA)
Views: 47

















