TRENGGALEK, bioztv.id – Insiden anarkis yang melibatkan massa perguruan pencak silat hingga merusak Mapolsek Watulimo dan melukai sejumlah aparat menuai keprihatinan dari Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Trenggalek, Sigit Agus Hari Basuki. Ia menegaskan pentingnya pembinaan dan pengawasan ketat oleh seluruh perguruan pencak silat di bawah naungan IPSI.
Menurut Sigit, jika pelaku memang anggota perguruan silat, insiden tersebut tidak hanya mencoreng nama baik perguruan yang terlibat, tetapi juga mencederai citra pencak silat secara keseluruhan.
“Pencak silat itu mengajarkan nilai-nilai luhur seperti disiplin, kehormatan, dan kedamaian. Insiden di Watulimo jelas bertolak belakang dengan nilai-nilai tersebut,” ujarnya.
Pentingnya Pembinaan dan Pengawasan
Sigit menjelaskan bahwa IPSI Trenggalek menaungi sekitar 10 perguruan pencak silat yang anggotanya tersebar di berbagai wilayah. Ia meminta para pimpinan perguruan untuk terus memberikan pembinaan berjenjang kepada anggotanya, termasuk memperketat pengawasan agar insiden serupa tidak terulang.
“Para pimpinan perguruan harus aktif melakukan kontrol di lapangan. Jangan sampai ada tindakan-tindakan yang di luar kendali seperti yang kemarin terjadi. Itu adalah tanggung jawab kita bersama,” jelas Sigit.
Ia juga menyoroti pentingnya klarifikasi dalam mengidentifikasi pelaku. Menurutnya, tidak semua pelaku yang terlibat anarkis bisa langsung dikaitkan dengan perguruan pencak silat tertentu.
“Kita perlu memastikan apakah benar para pelaku adalah anggota perguruan resmi. Jangan sampai dampaknya ditujukan langsung kepada dunia pencak silat secara keseluruhan,” tambahnya.
Komitmen IPSI dalam Menjaga Kamtibmas
Sebagai organisasi yang menaungi perguruan pencak silat, IPSI Trenggalek berkomitmen mendukung penegakan hukum untuk pelaku anarkis, sekaligus menjaga hubungan harmonis antara perguruan pencak silat dan masyarakat.
Lebih lanjut, Sigit menegaskan bahwa IPSI Trenggalek akan terus mendorong kegiatan yang bersifat positif untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Tugas kami adalah membina dan mengarahkan anggota agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai pencak silat dan tidak terlibat dalam tindakan yang merugikan pihak manapun,” tegasnya.
Pelajaran Berharga untuk Dunia Pencak Silat
Sigit berharap insiden di Kecamatan Watulimo ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh perguruan pencak silat di Trenggalek. Ia mengajak semua pihak untuk lebih waspada dan bersama-sama mencegah terjadinya tindakan anarkis di masa mendatang.
Dengan langkah evaluasi dan pembinaan yang lebih intensif, IPSI Trenggalek berharap dapat meminimalkan potensi konflik sekaligus memperkuat peran pencak silat sebagai budaya luhur yang menjadi kebanggaan Indonesia.
“Jangan sampai tindakan segelintir orang merusak citra pencak silat yang kita banggakan. Mari kita jadikan ini sebagai pengingat untuk terus menjaga persatuan dan kehormatan pencak silat,” pungkasnya.(CIA)
Views: 3
















