TRENGGALEK, bioztv.id – Puluhan rumah di Dusun Gebang, Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan, Trenggalek, mengalami kerusakan yang diduga akibat fenomena tanah gerak. Tembok-tembok rumah warga di RT 45 RW 12 menunjukkan retakan beragam ukuran, mulai dari celah-celah halus hingga retakan besar yang membuat dinding menganga.
Kepala Dusun Gebang, Ali Muhsin, mengonfirmasi ada sekitar 20 rumah terdampak. Kondisi retakan dir umah rumah warga terus membesar, dan merambat dari satu rumah ke rumah lainnya.
“Kami mulai mengamati ini sejak tiga bulan lalu, dan sekarang kondisinya semakin parah. Bahkan, ada satu rumah yang retakannya sangat mengkhawatirkan,” ujar Ali.
Beberapa warga mencoba menambal retakan dengan adonan semen sebagai langkah sementara untuk memperkuat bangunan. Namun, upaya ini tampaknya belum efektif. Fenomena tanah gerak seperti ini baru pertama kali terjadi di Dusun Gebang, sehingga warga masih bingung dengan penyebabnya.
“Setelah ditambal, retakannya kembali muncul di tempat lain. Seolah-olah ada yang menggerakkan tanah di bawahnya,” tambah Ali.
Ali menjelaskan bahwa kondisi ini mungkin berkaitan dengan kekeringan panjang yang menyebabkan tanah di daerah tersebut mengering dan bergerak.
“Apakah karena kemarau panjang yang membuat tanah retak dan melebar, atau ada penyebab lain, kami belum tahu pasti,” katanya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Stefanus Triadi, telah melakukan pemantauan langsung ke lokasi. Triadi menyatakan pihaknya berencana melibatkan ahli geologi untuk menganalisis penyebab pasti kerusakan ini, demi memastikan apakah fenomena tersebut murni akibat tanah gerak atau karena kekeringan yang berkepanjangan.
“Kita memerlukan bantuan ahli geologi untuk memastikan penyebabnya. Jika ini memang tanah gerak, kami harus segera mengambil langkah untuk mencegah bahaya yang lebih besar,” jelas Triadi.
Triadi juga menyebut bahwa pihak BPBD akan segera melaporkan kondisi tersebut ke Bupati Trenggalek agar mendapat penanganan prioritas. Selain itu, BPBD berupaya merancang strategi mitigasi yang tidak hanya melibatkan perbaikan sementara, tetapi juga menjaga keamanan warga di lokasi yang terdampak.
“Ini adalah tantangan besar, tapi keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” tutupnya.(CIA)
Views: 5
















