TRENGGALEK, bioztv.id – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Trenggalek kembali membuktikan komitmennya dalam memperjuangkan aspirasi warga. Melalui agenda Hari Fraksi yang kedua, para wakil rakyat ini tidak hanya duduk mendengarkan keluhan, tetapi juga langsung membedah solusi di tempat.
Masyarakat membawa berbagai persoalan dalam forum yang digelar di Kantor DPC PKB Trenggalek, Jumat (8/5/2026). Sejumlah aspirasi yang masuk mulai dari carut-marut infrastruktur desa, jeritan pelaku UMKM soal alat produksi, hingga sulitnya akses modal usaha rakyat.
Ketua DPC PKB Trenggalek, Sukarodin, menegaskan bahwa Hari Fraksi menjadi ruang komunikasi tanpa sekat.
“Hari ini kami menggelar Hari Fraksi kedua. Para penggiat UMKM hingga Kepala Desa Banaran hadir langsung untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat,” ujar Sukarodin.
Kejar Kepastian Jembatan Gantung Desa Banaran
Kepala Desa Banaran, Kecamatan Tugu, menyampaikan persoalan serius terkait pembangunan jembatan gantung yang mangkrak sejak 2022. Padahal, proyek tersebut selalu menempati peringkat pertama dalam Musrenbang tingkat kecamatan.
Sukarodin memastikan Fraksi PKB akan mengawal ketat usulan pembangunan tersebut.
“Kami merasa bertanggung jawab atas kebutuhan jembatan gantung itu,” tegasnya.
PKB juga menyiapkan dua skema pendanaan. Jika APBD Kabupaten Trenggalek belum mampu mencukupi, PKB akan melobi bantuan melalui APBD Provinsi Jawa Timur lewat jalur anggota Fraksi PKB DPRD Jatim dapil Trenggalek.
Kopi Trenggalek Tembus Korea, PKB Cari Solusi Mesin Modern
Pelaku UMKM kopi lokal turut memaparkan keberhasilan mereka menembus pasar internasional. Produk kopi asli Trenggalek kini sudah masuk ke Korea Selatan dan Malaysia.
“Para pejuang devisa atau PMI kita di luar negeri membantu memasarkan produk ini hingga masuk ke toko-toko internasional. Ini luar biasa,” ungkap Sukarodin.
Namun, pelaku usaha masih menghadapi kendala alat pengemasan modern berkapasitas besar senilai Rp70 juta. PKB kini berupaya mencarikan solusi agar kapasitas produksi ekspor terus meningkat.
Dorong IPAL Komunal dan Permudah Akses KUR
PKB juga langsung merespons persoalan pelaku usaha tahu yang terkendala limbah produksi. Fraksi PKB mendorong para pengusaha membentuk kelompok usaha agar pemerintah bisa menyalurkan bantuan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal.
“Kami sangat mengapresiasi kesadaran pengusaha tahu terhadap pengolahan limbah. Kami langsung menangkap aspirasi itu untuk diusulkan,” katanya.
Sementara itu, PKB juga membantu pelaku UMKM kerupuk yang membutuhkan tambahan modal usaha. Mereka langsung memfasilitasi komunikasi dengan pihak perbankan untuk mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah.
“Kami memfasilitasi komunikasi dengan pihak bank agar pelaku usaha mendapatkan pinjaman modal dengan bunga ringan,” imbuh Sukarodin.
Agenda Hari Fraksi ini menjadi bukti nyata langkah PKB Trenggalek dalam mempercepat penyelesaian persoalan warga, mulai dari pembangunan infrastruktur desa hingga penguatan ekonomi kerakyatan secara langsung.(CIA)
Views: 11
















