TRENGGALEK, bioztv.id – Meski hujan sempat mengguyur wilayah Trenggalek selama dua hari dan menyebabkan banjir, jembatan putus, serta tanah longsor, bencana kekeringan di Kabupaten Trenggalek masih belum berakhir. Sumber air di beberapa titik belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Hingga saat ini daerah terdampak masih mengandalkan kiriman air bersih.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Triadi Atmono, menyatakan bahwa 70 desa dari total 157 desa yang tersebar di 14 kecamatan se-Trenggalek masih terdampak kekeringan. Kondisi keekringan terparah terjadi di Kecamatan Panggul.
“Di Kecamatan Panggul hampir merata semua desa kesulitan air bersih,” ujar Triadi.
Hingga saat ini, BPBD Trenggalek bersama dengan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri terus bergerak menyalurkan air bersih setiap hari ke wilayah terdampak.
“Kami tetap mendistribusikan air bersih ke 14 kecamatan,” lanjutnya.
Hujan deras selama dua hari yang terjadi beberapa waktu lalu tidak mengurasngi daerah terdampak keekringan di Trenggalek. Hujan tersebut justru memicu bencana lain seperti banjir di Kecamatan Munjungan yang merusak jembatan. selain itu tanah longsor juga merusak sejumlah rumah warga di beberapa titik.
“Hujan yang meyebabkan banjir dan longsor kemarin belum cukup membantu mengatasi masalah air. Sampai sekarang, kami masih menerima permintaan distribusi air bersih,” jelas Triadi.
BPBD memastikan akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi. Dengan kondisi cuaca yang tak menentu, pemerintah daerah berharap masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan, baik banjir, longsor, maupun kekeringan yang berkepanjangan.
“Kami akan terus bergerak dan bersinergi agar warga tidak kekurangan air, meski kondisi alam belum mendukung,” tutup Triadi.(CIA)
Views: 2

















