TRENGGALEK, bioztv.id – Puluhan sapi di Kabupaten Trenggalek dinyatakan positif terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Selain itu, satu kambing yang kandangnya berdekatan dengan kandang sapi juga diketahui positif PMK tanpa gejala. Meski sudah ada temuan kasus PMK, namun hingga saat ini pasar hewan tetap beroperasi seperti biasa.
Mengacu keterangan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek, kasus pertama PMK ditemukan sepekan sebelumnya, yakni pada 30 mei ada laporan terkait ciri ciri geljala PMK, kemudian pada 31 Mei dilakukan pemeriksaan dan uji lab. Hasilnya, sejumlah sapi dan satu kambing dinyatakan positif terpapar PMK. Dari sekitar 70an sapi yang diperiksa, sudah ditemukan ada 48 sapi dan 1 kambing yang positif PMK. Dari puluhan sapi yang ter[terpapar PMK itu, saat ini sudah ada 12 sapi yang dinyatakan sembuh.
Lebih lanjut Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek Ririn Hari Setiani menjelaskan, satu ekor Kambing yang positif ini tidak mengalami ciri ciri gejala PMK, karena kandangnya berdekatan dengan kandang sapi maka dilakukan uji lab dan hasilnya postif. Artinya, meski tidak bergejala, namun kambing yang positif ini berpotensi menularkan ke ternak yang lain.
Ririn juga menambahkan, untuk menimalisir penyebaran dan penanganan PMK sejak dini, Dinas Peternakan gencar lakukan pengecekan kondisi sapi di pasar hewan. Selian itu, sosialisasi terhadap peternak dan pedagang juga terus digalakkan. Untuk tanda-tanda hewan ternak yang terpapar PMK bisa dilihat dari mulut dan kakinya. Biasanya mulut hewan sariawan dan terus mengeluarkan lendir, dan demam tinggi. Sedangkan ciri ciri pada kakinya biasanya mengalami luk pada kuku.
Views: 130

















