TRENGGALEK, bioztv.id – Proses pembangunan bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek sudah mencapai 93%. Saat ini bangunan utama bendungan sudah selesai, sedangkan yang masih dikerjakan adalah pembangunan landscaping, finishing, dan spilway. Rencananya pada tahun 2021 ini bendungan tersebut juga akan mulai digenangi.
Menurut keterangan PPK Bendungan Tugu, hingga pertengahan taun 2021 ini, bangunan fisik bendungan Tugu dipastikan sudah siap untuk proses penggenangan air atau impounding. Namun saat ini masih dalam tahap penyelesaian pengurusan sertifikat impounding ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam hal ini pihaknya sudah mengaajukan ke Kenterian PUPR dan pada pekan kemarin sudah dilakukan sidang teknis. Selanjutnya pada pekan depan juga akan kembali dilakukan sidang teknis lagi. Rencananya sebelum bulan September tahun 2021 ini akan dilakukan sidang pleno dengan Dirjen di Jakarta.
Lebih lanjut PPK Bendungan Tugu Yudha Tantra Ahmadi menyampaikan, Setelah sertifikat impounding keluar, proses penggenangan awal baru bisa dilaksanakan. Tergetnya, sertifikat impounding bisa keluar dan penggenanganannya bisa dilaksanakan sebelum tutup tahun. MEski demikian, setelah dilakukan penggenangan belum bisa langsung beroperasi, karena untuk bisa beroperasi, Bendungan Tugu harus bisa mendapatkan sertifikat Operasional Pemeliharaan (OP) terlebih dahulu. Untuk mendapat sertifikat OP ini, perlu dilakukan pengujian bendungan dengan beberapa proses setelah penggenangan dilakukan.
Sekedar diketahui bahwa, Bendungan Tugu dibangun dengan nilai anggaran total sekitar Rp 1,2 triliun. Bendungan ini pertama kali dibangun pada 2014 dengan model pembangunan multiyears. Bendungan yang berada di dekat ruas jalan nasional Trenggalek-Ponorogo ini diprakirakan memiliki daya tampung 9,3 juta meter kubik. jika sudah beroperasi, bendungan ini akan mampu mengairi 1.200 hektare lahan, air baku 12 liter per detik, dan potensi listrik tenaga microhidro bebesar 0,4 Megawatt,
Views: 31
















