Pemancing Asal Pule Hilang di Bendungan Tugu Trenggalek, Tim SAR Gabungan Sisir Aliran Sungai

oleh
oleh
Tim menduga arus sungai yang meluap setelah hujan deras menyeret korban.
Tim menduga arus sungai yang meluap setelah hujan deras menyeret korban.

TRENGGALEK, bioztv.idTim SAR gabungan mengerahkan personel untuk mencari seorang pemancing yang dilaporkan hilang di kawasan Bendungan Tugu, Minggu (15/3/2026). Tim menduga arus sungai yang meluap setelah hujan deras menyeret korban.

Korban bernama Katno, warga Dusun Ngremah, Desa Tanggaran, Kecamatan Pule, Trenggalek, Kabupaten Trenggalek. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih menyisir area sekitar bendungan untuk menemukan korban.

Berangkat Memancing Sejak Pagi

Koordinator Pos SAR Trenggalek Bayu Prasetyo menjelaskan bahwa Katno berangkat memancing sejak pagi hari di kawasan bendungan.

“Korban berangkat memancing sekitar pukul 07.00 WIB di area Bendungan Waduk Tugu. Hingga pukul 18.00 WIB korban belum pulang, sehingga keluarga bersama warga melakukan pencarian awal sebelum melapor ke petugas,” ujar Bayu.

Warga kemudian menemukan sepeda motor milik korban yang terparkir di sekitar lokasi bendungan. Temuan tersebut menjadi titik awal tim SAR menentukan area pencarian.

“Temuan motor itu menjadi titik awal koordinat pencarian kami,” tambahnya.

Hilang Saat Debit Air Sungai Meningkat

Sejumlah saksi melihat Katno memancing di tengah aliran sungai yang mengarah ke bendungan. Saat itu, hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Tugu dan menyebabkan debit air sungai meningkat secara tiba-tiba.

Arus sungai yang semula tenang berubah menjadi deras dan berbahaya bagi warga yang berada di bantaran sungai.

“Saksi melihat korban memancing saat debit air meningkat drastis. Kami menduga korban kehilangan keseimbangan lalu terseret arus sungai menuju bendungan,” jelas Bayu.

Tim SAR Gabungan Sisir Sungai

Menanggapi laporan tersebut, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan melalui Pos SAR Trenggalek langsung mengirimkan tim ke lokasi kejadian. Tim SAR kemudian bekerja sama dengan berbagai unsur, termasuk BPBD Trenggalek, TNI, Polri, serta relawan masyarakat.

“Kami mengerahkan enam personel Pos SAR Trenggalek dan tiga personel BPBD. Aparat keamanan serta warga juga membantu proses pencarian. Tim membagi tugas untuk menyisir jalur darat dan aliran sungai,” ungkap Bayu.

Petugas menggunakan metode penyisiran visual serta peralatan pencarian air untuk menjangkau area yang sulit diakses.

Arus Sungai Masih Deras

Meski tim melakukan pencarian secara intensif, Bayu menegaskan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama karena kondisi arus sungai masih cukup deras setelah hujan.

“Arus air masih sangat deras pascahujan. Kami tetap mengutamakan prosedur keselamatan bagi personel di lapangan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan selama proses pencarian,” tegasnya.

Keluarga dan warga sekitar berharap tim SAR dapat segera menemukan Katno. Hingga saat ini, tim gabungan terus memantau dan menyisir aliran sungai menuju Bendungan Tugu.(CIA)

Views: 182