Silpa Tahun 2020 Cukup Besar, DPRD Trenggalek Menilai Ada Sisi Positif Dari Segi Efisiensi Anggaran

oleh
oleh
Ada sisa lebih pembiayaan (SILPA) yang cukup besar pada laporan pertanggung jawaban APBD Trenggalek Tahun 2020, DPRD sebut ada sisi positif dari segi efisiensi anggaran. Pasalnya, dari kaca mata DPRD, SILPA itu ada beberapa yang merupakan SILPA terikat. Seperthalnya Silpa yang bersumber dari anggaran gaji pada Dindikpora.
Ada sisa lebih pembiayaan (SILPA) yang cukup besar pada laporan pertanggung jawaban APBD Trenggalek Tahun 2020, DPRD sebut ada sisi positif dari segi efisiensi anggaran. Pasalnya, dari kaca mata DPRD, SILPA itu ada beberapa yang merupakan SILPA terikat. Seperthalnya Silpa yang bersumber dari anggaran gaji pada Dindikpora.

TRENGGALEK, bioztv.id – Ada sisa lebih pembiayaan (SILPA) yang cukup besar pada laporan pertanggung jawaban APBD Trenggalek Tahun 2020, DPRD sebut ada sisi positif dari segi efisiensi anggaran. Pasalnya, dari kaca mata DPRD, SILPA itu ada beberapa yang merupakan SILPA terikat. Seperthalnya Silpa yang bersumber dari anggaran gaji pada Dindikpora.

Mengacu keterangan ketua DPRD Trenggalek, SILPA untuk tahun 2020 memang nilainya memang cukup lumayan, namun silpa itu didominasi dari SILPA Positif, artinya, anggaran itu memang belum bisa diserap pada tahun anggaran berkenaan, sehingga realisasainya bisa dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya.

Lebih lanjut Ketua DPRD Trenggalek, Samsul Anam menjelaskan, terkait munculnya Silpa itu, disisi lain merupakan wujud dari efisiensi anggaran pada tahun 2020. Ia mencontohkan, pada tahun 2020 pemerintah daerah menganggarkan penanganan Pendemi Covid-29 sebesar 83 Miliar Rupiah, namun anggaran itu hanya terserap sebesar 65 Miliar saja. Diharapkan efisiensi itu bisa menjadi pegangan pada pelaksanaan APBD Tahun 2021 ini, sehingga anggaran penanganan Covid-19 tahun ini juga tidak habis terpakai seperti tahun 2020 lalu.

Perlu diektahui bahwa, mengacu laman kemenkeu.com, Silpa merupakan selisih antara surplus/defisit anggaran dengan pembiayaan netto. Dalam penyusunan APBD angka SILPA ini seharusnya sama dengan nol. Artinya bahwa penerimaan pembiayaan harus dapat menutup defisit anggaran yang terjadi. Jika terjadi SIlpa Positif, ini berarti secara anggaran masih terdapat dana dari penerimaan pembiayaan yang belum dimanfaatkan untuk membiayan Belanja Daerah dan/atau Pengeluaran Pembiayaan Daerah. SILPA Positif ini perlu dialokasikan untuk menunjang program-program pembangunan di daerah.

Views: 0