TRENGGALEK, bioztv.id – Panggil Dinas Kesehatan, RSUD, dan sejumlah OPD lainnya, Komisi 4 DPRD Trenggalek soroti penggunaan dana Belanja Tak Terduga (BTT)untuk anggaran penanganan pandemi Covid-19. Komisi 4 meminta penggunaan dana BTT bisa spesifik, sehingga tidak ada kesan mengambur hamburankan anggaran.
Dari hasil rapat kerja dengan sejumlah OPD, Komisi 4 DPRD Trenggalek tegaskan jika penggunaan anggaran untuk kegiatan penanganan pandemi Covid-19 ini harus dievaluasi. Baik anggaran yang bersumber dari BTT, maupun anggaran dari hasil refokusing APBD. Untuk penanganan Covid-19 kedepan, Komisi 4 menekankan agar penggunaan anggarannya dilakukan sebijak mungkin, sebaik mungkin, dan seefisien munkin,
Ketua Komisi 4 DPRD Trenggalek, Muganto menyampaikan, untuk penggunaan dana BTT memang harus spesifik, artinya, penggunaan dana ini harus sesuai dengan ketentuan yang ada. Sehingga penanganan pandemi covid-19 di Trenggalek bisa berjalan secara efektif, akurat, efisian, dan tidak ada kesan mengambil kesempatan dalam kesempitan, maupun kesan menghambur hamburkan anggaran.
Mugianto juga menambahkan, pihaknya menekankan agar dinas kesehatan turut mengevaluasi mana saja kegiatan penanganan covid-19 yang sudah tepat maupun yang belum tepat, mulai dari check point yang saat ini sudah ditiadakan, penyediaan tempat isolasi, rumah sakit darurat, treatment tracing, langkah langkah preventif, kegiatan vaksinasi, maupun kegiatan penanganan lainnya. Karena beberapa kegiatan penanganan yang sudah dilakukan, dimungkinkan ada beberapa yang kurang efektif.
Views: 0

















