Beranda NEWS KRIMINAL Buntut Teror Molotov Di Pogalan Trenggalek, Reskrim Periksa 8 Orang Saksi

Buntut Teror Molotov Di Pogalan Trenggalek, Reskrim Periksa 8 Orang Saksi

1543

TRENGGALEK, bioztv.id – Buntut terror Bom Molotov yang menyasar dua rumah warga di Desa Ngadirejo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Jajaran Satreskrim Polres Trenggalek periksa 8 orang saksi. Hasilnya, penyidik sudah mengantongi sejumlah fakta baru terkait kejadian ini.

Berdasarkan informasi yang diterima dari salah satu saksi, dugaan awal pelaku pelemparan Molotov ini dilakukan oleh dua orang. Mereka berboncengan mengendarai motor matic. Saat didepan rumah salah satu korban, pemotor tersebut melintas dengan kecepatan yang kencang.

Sementara itu salah satu barang bukti dari dua lokasi yang ditemukan petugas dilapangan adalah pecahan kaca dari botol yang digunakan sebagai bom molotov. Yaitu botol kaca bahan bakar minyak (BBM) eceran ukuran satu liter, namun untuk jenis bahan bakar yang digunakan, saat ini masih menunggu hasil dari pengecekan tim Polda Jatim.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek, IPTU Bima Sakti menyampaikan, Hingga saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap 8 irang saksi. Delapan saksi itu merupakan orang-orang yang berada di sekitar tempat kejadian perkara serta para korban. Selanjutnya, informasi dari para saksi ini akan dipadukan dengan barang bukti yang ditemukan dilapangan.

Sebelumnya diketahi bahwa, Kejadian terror pelemparan Molotov ke dua rumah warga di Desa Ngadirejo ini diketahui terjadi pada 9 September kemarin sekitar pukul 02.00 WIB hingga pulul 02.30 WIB. Pelemparan Molotov yang pertama menyasar rumah milik Heri Sulistiawan, warga RT 24 RW 08. Sedangkan pelemparan Molotov kedua menyasar  rumah milik Musnan, warga RT 34 RW 09. Molotov yang dilempar di dua rumah itu memiliki jenis yang sama. Yakni berwadah botol bensin eceran ukuran 1 liter.

Akibat kejadian ini rumah milik musnan mengalami pecah kaca pada bagian depan, sedangkan Api dari molotov juga membakar beberapa barang di dalam rumah. Selain itu Sri Haryati, seorang gadis 15 tahun, yang merupakan anak dari Musnan juga  mengalami luka bakar.