Beranda NEWS MOMENT Sanksi Sopir Bus Pengguna Sabu Yang Ditangkap BNNK Trenggalek Belum Jelas ?

Sanksi Sopir Bus Pengguna Sabu Yang Ditangkap BNNK Trenggalek Belum Jelas ?

234

TRENGGALEK, bioztv.id – Sanksi bagi sopir bus pengguna sabu sabu yang ditangkap BNNK Trenggalek pada 17 Agustus kemarin masih harus menunggu hasil asesmen. Sehingga belum ada kepastian apakah yang bersangkutan akan di rehabilitasi ataupun justru akan diproses hukum sesuai perundang undangan yang berlaku.

Menurut keterangan Kepala BNNK Trenggalek, David Hendry Andar Hutapea, Terkiat tindak lanjut terhadap Sopir Bus Pengguna Sabu sabu inisial DPA yang sudah diamankan BNNK tersebut, saat ini pihaknya masih mendapat keterangan dari yang bersangkutan saja, sehingga pihaknya juga masih akan mendalami kasus ini, dan akan berkoordinasi erat dengan pihak Polres Trenggalek. Untuk memastikan apakan yang bersangkutan akan di rehabilitasi atau akan di proses hukum, pihaknya juga masih akan melakukan asesmen bersama Tim asesmen terpadu (TAT) pada 19 Agustus ini.

Sementara itu Kasi Pemberantasan BNNK Trenggalek, Kompol Susetya Budi Utama juga menyampaikan, bahwa BNNK Trenggalek memiliki tim asesmen terpadu (TAT) yang terdiri dari Kepolisian, yaitu kasat Reskoba, Kejaksaan dan dari BNNK sendiri yaitu kasi pemberantasan. Sedangkan assessmen sendiri juga ada dua, yaitu asesmen hukum dan asesmen medis. Untuk asesmen medis ini, BNNK Trenggalek juga sudah bekerjasama dengan Peskesmas Karangan.

Sebelumnya diketahui bahwa, hampir 10 tahun berdiri sejak tahun 2011 lalu, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Trenggalek baru satu kali menangkap pengguna Narkoba. Penangkapan tersebut dilakukan  pada malam 17 Agustus tahun 2020 kemarin, disalah satu kamar kos yang ada di Desa SUmberingin Kecamatan Karangan, dengan barang bukti sabu sabu sekitar 0,85 gram. Pengguna sabu sabu tersebut adalah DPA, Warga asal Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Yang berprofesi sebagai sopir bus di Trenggalek.