Beranda NEWS MOMENT Ada 3 Cluster Yang Diduga Menjadi Penyebab Pasien 15 Trenggalek Positif corona

Ada 3 Cluster Yang Diduga Menjadi Penyebab Pasien 15 Trenggalek Positif corona

76

TRENGGALEK, bioztv.id – Berdasarkan riwayat perjalanannya, pasien positif corona ke 15 di Kabupaten Trenggalek diduga tertular virus corona dari 3 cluster, baik cluster lokal maupun cluster pemudik. Ketiga cluster tersebut  yaitu Cluster Pasar Dongko, Cluster Ramadan dan atau Cluster pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) di Gresik.

Mengingat saat kedatangannya di kampong halaman pasien 15 ini sudah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, dan tertib melaksanakan protokol kesehatan. Sedangkan jarak wkatu pulang kampung dan jarak diketahuinya positif corona cukup lama. Diduga ada 3 cluster yang dimungkinkan membuat pasien 15 positif corona. Pasalnya, pada 15 dan 19 Mei yang bersangkutan membeli kambing ke pasar Dongko. Sedangkan pada 22 juga mengikuti pengajian di lingkungan sekitar tempat tinggal sebanyak 3 kali. Kemudain pada 24 Mei bertepatan Hari Raya Idul Fitri, Pasien 15 berkunjung ke rumah ibunya dan dua rumah saudara dekatnya  di Desa Cakul, Kecamatan Dongko. Selanjutnya pada 4 Juni melakukan perjalanan ke Gresik untuk mencari surat keterangan sehat dan swab test di salah satu Rumah Sakit yang ada disana.

Menanggapi hal ini, Juru bicara Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Trenggalek dr. Murti Rukiyandari menjelaskan, Karena ada 3c cluster yang dicurigai, sedangkan 2 cluster lainnya diduga transmisi lokal,  pemerintah juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang merasa pernah berkontak erat dengan pasien 15 agar segera menghubungi petugas untuk mempercepat proses tracing.

Merujuk kejadian ini, pemerintah juga langsung melakukan isolasi mandiri di rumah bagi kontak erat atau OTG pasien 15  dengan pengawasan secara ketat oleh Satgas Desa Petung. Selain itu juga ditetapkan kawasan displin physical distancing dilokasi sekitar titik isolasi mandiri OTG, serta memberikan edukasi kepada warga masyarakat di sekitar kawasan disiplin Physical Distancing untuk senantiasa tertib protokol kesehatan.