Laba Lampaui Target, BPR Jwalita Trenggalek Bocorkan Strategi Kejar Rp3 Miliar

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Di tengah perlambatan ekonomi yang masih menghimpit pelaku usaha, Perseroda Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Jwalita atau Bank Trenggalek justru mencatatkan kinerja keuangan di atas target. Namun, capaian laba tersebut memunculkan pertanyaan: apakah keuntungan itu benar-benar mencerminkan menguatnya daya tahan UMKM di Trenggalek atau hanya terdongkrak lonjakan kebutuhan musiman?

Catatan kinerja semester I 2026 menunjukkan BPR Jwalita meraup laba bersih sebesar Rp1,585 miliar. Perolehan itu melampaui target semester pertama yang manajemen tetapkan sebesar Rp1,3 miliar.

Direktur Utama PT BPR Jwalita Trenggalek, Dwi Fraidianria, menjelaskan bahwa peningkatan penyaluran kredit kepada pelaku usaha menjadi motor utama pertumbuhan laba perusahaan.

“Alhamdulillah, pada semester I tahun 2026 ini BPR Jwalita sanggup mencatatkan laba sekitar Rp1,585 miliar. Angka ini melampaui target awal kami yang berada di kisaran Rp1,3 miliar,” ujar Dwi.

Dwi menjelaskan, tingginya permintaan modal usaha menjelang Ramadan, Idulfitri, hingga masa pendaftaran tahun ajaran baru mendorong penyaluran kredit sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

“Kredit menjadi penopang utama pendapatan BPR Jwalita. Kinerja semester I memang cenderung lebih tinggi karena terdorong kebutuhan warga saat puasa, hari raya, hingga persiapan anak masuk sekolah,” jelasnya.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa momentum musiman masih berperan besar dalam mendorong pertumbuhan perusahaan. Kini, manajemen menghadapi tantangan untuk menjaga konsistensi penyaluran kredit ketika memasuki semester kedua.

Incar Laba Tembus Rp3 Miliar pada Akhir 2026

Melihat capaian semester pertama, jajaran manajemen BPR Jwalita semakin optimistis. Mereka meyakini laba hingga akhir 2026 mampu mencapai bahkan melampaui target tahunan sebesar Rp2,8 miliar.

“Pencapaian semester I saja sudah menyentuh hampir Rp1,6 miliar. Kami optimistis pada akhir tahun nanti perolehan laba bisa mendekati angka Rp3 miliar,” kata Dwi.

Jika berhasil mencapai target tersebut, BPR Jwalita akan melampaui realisasi laba tahun 2025 yang mencapai Rp2,7 miliar.

Tak Sekadar Mengejar Laba

Di balik ambisi mengejar laba, BPR Jwalita terus memperluas akses pembiayaan bagi wirausaha baru yang selama ini kesulitan memperoleh modal usaha.

Dwi mengatakan, manajemen menyalurkan kredit secara seimbang kepada pelaku usaha yang telah berkembang maupun calon wirausaha pemula.

Untuk menjalankan strategi tersebut, BPR Jwalita menggandeng sejumlah lembaga pelatihan kerja agar mampu melahirkan pelaku UMKM baru. Salah satunya melalui kerja sama dengan LKP Sanita di Kecamatan Bendungan.

“Kami tidak hanya membiayai nasabah potensial yang sudah menjadi langganan, tetapi juga aktif merangkul nasabah baru lewat kerja sama dengan lembaga pelatihan kerja yang mencetak UMKM baru,” terangnya.

Menurut Dwi, perbankan harus memberi perhatian yang sama kepada calon pelaku usaha maupun UMKM yang telah mapan.

“Sektor UMKM yang besar berawal dari embrio wirausaha muda yang membutuhkan suntikan modal. Mereka memiliki keterampilan teknis, tetapi terkendala permodalan. BPR hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut,” tegas Dwi.

Meski demikian, strategi pembiayaan BPR Jwalita akan menghadapi ujian pada semester kedua. Setelah permintaan musiman mereda, konsistensi penyaluran kredit akan membuktikan apakah pertumbuhan kinerja bank benar-benar ditopang penguatan ekonomi riil atau hanya menikmati lonjakan kebutuhan modal jangka pendek.(CIA)

Views: 4