Terbuka Untuk Semua, Anggota Perguruan Silat Apapun Bisa Masuk Jadi Atlet MMA di Trenggalek

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Olahraga Mixed Martial Arts (MMA) di Kabupaten Trenggalek membuka ruang bagi pesilat dari berbagai perguruan. Atlet tidak perlu meninggalkan perguruan asal untuk menekuni MMA. Mereka justru dapat mengembangkan kemampuan silat dengan mempelajari teknik bela diri lainnya.

Head Coach IBCA MMA Trenggalek, Aris Suaka, menjelaskan bahwa MMA bukan satu aliran bela diri tertentu.

“MMA itu bukan satu aliran bela diri tertentu, melainkan ajang kompetisi yang mempertemukan berbagai macam disiplin ilmu bela diri,” terang Aris Suaka.

Karena itu, IBCA MMA Trenggalek memberi kesempatan kepada pesilat dari berbagai perguruan untuk mengembangkan potensi.

Rangkul Pesilat Lintas Perguruan

Aris melihat puluhan perguruan pencak silat di Trenggalek sebagai potensi besar daerah. Sejumlah pesilat kini bergabung dan mengasah kemampuan bersama IBCA MMA Trenggalek.

Pengurus perguruan silat lokal juga mulai mengirim pesilat terbaik mereka untuk mengikuti latihan MMA.

“Kami terbuka bagi seluruh pesilat dari perguruan manapun. Atlet yang membela tim kami saat ini pun murni berasal dari ragam perguruan silat yang berbeda,” ungkapnya.

Para atlet tidak hanya mengandalkan teknik silat yang mereka kuasai. Mereka juga mempelajari teknik pertarungan jarak dekat dan pertarungan bawah.

Padukan Silat, Boxing, hingga Jiu-Jitsu

Di sasana, para pesilat menyesuaikan kemampuan mereka dengan kebutuhan pertarungan MMA. Aris bersama tim pelatih menyusun materi latihan sesuai karakter setiap atlet.

Pelatih menambahkan teknik pukulan boxing dan kickboxing untuk memperkuat kemampuan bertarung.

Tim juga mengajarkan teknik bantingan dari judo untuk menjatuhkan lawan. Pada pertarungan bawah atau ground fighting, atlet mempelajari teknik kuncian dari Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ).

“Ketika atlet sudah mengantongi basic silat yang kuat, kami tinggal menambahi materi pertarungan yang belum mereka dapatkan di silat,” jelas Aris.

IBCA MMA Trenggalek juga menerima pemuda yang belum memiliki dasar bela diri. Tim pelatih membimbing mereka mempelajari teknik dasar pertarungan dari awal.

Perbedaan Perguruan Menjadi Satu Tim

Perbedaan latar belakang perguruan tidak menghalangi para atlet menjalani latihan bersama. Aris justru memanfaatkan keberagaman itu untuk membangun kekuatan tim.

Para atlet mengesampingkan identitas organisasi ketika menjalani latihan. Mereka mengejar tujuan yang sama, yakni membawa nama Trenggalek dalam kompetisi olahraga.

“Tujuan kami berkumpul di sini hanya satu, yaitu mengukir prestasi,” tegas Aris.

IBCA MMA Trenggalek membawa semangat tersebut melalui slogan “Trenggalek Damai Berprestasi”.

Pelatih menggelar latihan rutin tiga kali seminggu di dua sasana. Lokasinya berada di Kecamatan Trenggalek dan Watulimo.

Pengurus juga menggelar Training Center (TC) gabungan se-Kabupaten setiap bulan untuk memperkuat kekompakan tim.

12 Atlet Raih 10 Medali

Pembinaan lintas perguruan tersebut berjalan bersama agenda kompetisi. Pada Kejurprov IBCA MMA Jawa Timur Sirkuit 3 di Kota Blitar, Trenggalek mengirim 12 atlet.

Mereka meraih 10 medali. Raihan itu terdiri atas dua emas, satu perak, enam perunggu, serta satu perak kategori pemula atau beginner.

Para atlet berusia 12 hingga 18 tahun. Mereka kini menyiapkan diri untuk menghadapi agenda olahraga berikutnya, termasuk POPDA dan PORPROV Jawa Timur.

MMA Buka Jalur Kompetisi Baru

MMA memberi pilihan baru bagi pesilat Trenggalek untuk mengembangkan karier olahraga. Mereka dapat menguji kemampuan dalam format pertandingan yang memadukan berbagai disiplin bela diri.

Aris mengajak lebih banyak pesilat memanfaatkan ruang tersebut untuk meningkatkan kemampuan.

“Mari kita belajar dan berjuang meraih prestasi bersama, sejalan dengan komitmen kami mewujudkan Trenggalek Damai Berprestasi,” pungkasnya.(CIA)

Views: 2