TRENGGALEK, bioztv.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek mencatat 12.809 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga minggu ke-36 tahun 2026.
Grafik pemantauan dinas menunjukkan kasus mulai meningkat sejak minggu ke-30. Kenaikan itu berlangsung saat Trenggalek memasuki periode musim kemarau.
Plt Kepala Dinkes PPKB Trenggalek, Andiek Muarifin, mengatakan ISPA menyerang berbagai kelompok usia. Kasus muncul pada anak-anak hingga orang dewasa.
Menurut Andiek, karakter ISPA yang mudah menular mempercepat penyebaran virus maupun bakteri. Penularan juga mudah terjadi di lingkungan keluarga.
“Biasanya kalau salah satu anggota keluarga di rumah terkena ISPA, anak-anak atau anggota keluarga lain akan cepat ikut tertular,” terang Andiek Muarifin.
Lima Puskesmas Catat Kasus di Atas 1.000 Pasien
Andiek mengatakan seluruh wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Trenggalek mencatat kasus ISPA.
Dari 22 puskesmas yang beroperasi, beberapa fasilitas kesehatan menangani lebih dari 1.000 kasus.
Lima puskesmas mencatat akumulasi kasus tertinggi. Kelima fasilitas itu berada di wilayah Tugu, Gandusari, Karanganyar, Munjungan, dan Dongko.
“Wilayah-wilayah tersebut mencatat angka penanganan yang cukup tinggi, rata-rata sudah di atas 1.000 kasus,” ungkapnya.
Dinkes Pantau Pergerakan Kasus Lewat Sistem SKDR
Dinkes Trenggalek memantau perkembangan kasus melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Petugas mengolah laporan secara berkala sejak awal tahun hingga minggu ke-36.
Data tersebut membantu petugas memetakan wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih.
Andiek menegaskan tim medis siap turun ke lapangan saat SKDR mendeteksi kenaikan kasus yang tidak wajar di suatu desa.
“Ketika sistem mendeteksi lonjakan kasus di suatu wilayah, tim surveilans akan langsung turun ke lapangan,” tegas Andiek.
Tim surveilans kemudian mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi kesehatan warga. Petugas juga mengambil langkah untuk mengantisipasi potensi penularan.
Gencarkan Edukasi dan Imbau Etika Batuk
Dinkes memperkirakan kasus ISPA masih berpotensi meningkat selama musim kemarau. Pemerintah daerah pun memperkuat upaya promotif dan preventif di tengah masyarakat.
Dinkes menggandeng puskesmas dan rumah sakit untuk memperluas edukasi kesehatan. Petugas juga memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat.
Andiek mengajak masyarakat menjaga imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan memenuhi kebutuhan cairan harian.
Warga yang sedang tidak fit juga perlu memakai masker dan rutin mencuci tangan. Ia turut mengingatkan masyarakat menerapkan etika batuk saat berada di ruang publik.
“Jika masyarakat disiplin menerapkan etika batuk dan bersin yang benar, insyaallah rantai penularan ISPA bisa kita tekan sehingga tidak meluas,” pungkas Andiek.
Kenali Gejala Umum ISPA
Andiek menjelaskan ISPA sebagai kelompok penyakit akut yang menyerang organ pernapasan. Infeksi dapat melibatkan virus, bakteri, maupun mikroorganisme lainnya.
Pasien umumnya mengalami beberapa gejala. Keluhan tersebut antara lain hidung tersumbat atau pilek, batuk, nyeri tenggorokan, dan demam.
Dinkes mengimbau warga yang mengalami gejala tersebut segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Langkah itu membantu warga memperoleh penanganan medis secara tepat.(CIA)
Views: 6
















