TEC Season 3 Batal Digelar, ESI Trenggalek Alihkan Fokus ke Piala Pelajar dan Regenerasi Atlet

oleh
oleh
ESI Trenggalek mengalihkan TEC Season 3 menjadi Piala Pelajar 2026. Program ini diarahkan untuk regenerasi atlet muda menuju Porprov 2027.
ESI Trenggalek mengalihkan TEC Season 3 menjadi Piala Pelajar 2026. Program ini diarahkan untuk regenerasi atlet muda menuju Porprov 2027.

TRENGGALEK, bioztv.id – Pengurus Kabupaten Esports Indonesia (ESI) Trenggalek mengubah agenda kompetisi esports sepanjang 2026. ESI Trenggalek membatalkan Trenggalek Esports Championship (TEC) Season 3 yang semula dijadwalkan September. Pengurus kemudian mengalihkan fokus pembinaan melalui Piala Pelajar 2026.

Perubahan agenda ini berkaitan dengan keterbatasan pendanaan. ESI Trenggalek juga mengarahkannya untuk memperkuat regenerasi atlet muda.

Ketua Harian ESI Kabupaten Trenggalek, Setiawan Alim Wijaya, mengatakan pengurus menyepakati penyesuaian agenda untuk mengarahkan pembinaan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2027.

“TEC Season 3 semula akan bergulir September, tetapi pengurus menyepakati beberapa penyesuaian strategis,” ujar Alim.

Menurut Alim, ESI Trenggalek menerima informasi mengenai batas usia maksimal 25 tahun bagi atlet esports pada Porprov 2027.

Karena itu, ESI Trenggalek mulai membangun tim dari kelompok usia sekolah. Fokus pembinaan mencakup pelajar SMP dan SMA sederajat.

“Kami memfokuskan pembinaan pada atlet-atlet muda. Langkah ini menjadi proyeksi jangka panjang menuju Porprov 2027 mendatang,” jelasnya.

ESI Trenggalek menjadwalkan Piala Pelajar 2026 pada Desember. Pelaksanaan turnamen akan berlangsung setelah siswa menyelesaikan ujian semester.

“Yang jelas, kami memastikan Piala Pelajar 2026 tetap terlaksana tahun ini,” tegas Alim.

Berburu Bibit Unggul dari Lingkungan Sekolah

ESI Trenggalek tidak hanya menjadikan Piala Pelajar sebagai ajang kompetisi. Pengurus juga memanfaatkannya untuk menjaring bibit atlet esports dari sekolah.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya ESI Trenggalek menyiapkan atlet potensial untuk beberapa tahun ke depan.

“Kami ingin memastikan Trenggalek tetap memiliki stok atlet esports yang kompetitif dalam dua hingga tiga tahun mendatang,” ungkap Alim.

ESI Trenggalek juga membuka kesempatan bagi sekolah di wilayah Trenggalek untuk menjadi tuan rumah atau home base Piala Pelajar 2026.

“Sekolah yang berminat menjadi tuan rumah penyelenggara dapat langsung mengajukan diri dan berkoordinasi dengan ESI Trenggalek,” tuturnya.

Selain kompetisi, ESI Trenggalek menyiapkan sosialisasi esports ke sejumlah sekolah. Pengurus akan menggandeng guru olahraga dan pengurus OSIS sebagai mitra.

Siasati Hibah Rp7 Juta Lewat Kemitraan Sponsor

ESI Trenggalek menghadapi keterbatasan anggaran dalam menjalankan organisasi dan pembinaan atlet. Alim mengatakan organisasinya menerima hibah daerah sekitar Rp7 juta per tahun.

Keterbatasan dana tersebut membuat pengurus mencari sumber pendanaan lain. ESI Trenggalek kemudian membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta.

“Kalau mau terus terang, kami hanya menerima hibah dari daerah sekitar Rp7 juta per tahun,” beber Alim.

Menurut Alim, ESI Trenggalek perlu memperkuat branding esports untuk menarik kemitraan dan sponsor.

“Menguatkan branding untuk menggaet sponsorship menjadi terobosan utama kami agar organisasi bisa lebih mandiri,” pungkas Alim.(CIA)

Views: 1