Kolaborasi dengan PT Mutual Pangan Utama, Emil Dardak Resmikan Gudang Baru Bulog Jatim di Trenggalek

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idPerum Bulog menggandeng sektor swasta untuk menambah kapasitas gudang penyimpanan di Kabupaten Trenggalek. Langkah ini memperkuat ketahanan pangan Jawa Timur, khususnya wilayah pesisir selatan.

Bulog kini mengoperasikan gudang baru di fasilitas milik PT Mutual Pangan Utama – Filial Bulog KP Karangsoko, di Desa Wonanti, Kecamatan Gandusari. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meresmikan gudang tersebut pada Senin (10/8/2026).

Emil mengapresiasi langkah Bulog menambah fasilitas penyimpanan di Trenggalek. Menurutnya, keberadaan gudang ini mampu memperpendek jalur distribusi pangan sekaligus memperkuat pasokan beras di wilayah selatan Jawa Timur.

“Saya mengapresiasi kinerja Pak Langgeng, Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Timur, bersama seluruh jajaran yang terus bergerak aktif menyerap hasil panen petani,” ujar Emil usai meresmikan dan meninjau isi gudang, Senin (10/8/2026).

Harga Petani dan Konsumen Harus Seimbang

Emil menilai penambahan ruang penyimpanan menjadi langkah penting ketika Jawa Timur mulai memasuki musim kemarau.

Pemerintah daerah bersama petani terus menjaga produksi padi. Namun, panen yang optimal juga membutuhkan dukungan infrastruktur logistik. Dengan fasilitas yang memadai, Bulog bisa menyerap gabah petani secara maksimal.

“Kita semua tahu wilayah kita mulai memasuki musim kering. Di tengah ikhtiar kita menjaga produksi padi dan kesejahteraan petani, ketersediaan sarana logistik yang tangguh menjadi syarat mutlak,” terangnya.

Emil menyebut Bulog Jawa Timur kini menguasai cadangan beras hingga 1,3 juta ton. Jumlah itu mencapai sekitar seperempat dari total cadangan beras nasional yang sudah melampaui 5 juta ton.

“Stok Jatim ini menyumbang seperempat dari total cadangan beras nasional. Ini angka yang sangat kuat,” jelasnya.

Meski stok berlimpah, Emil mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus menambah cadangan beras. Pemerintah juga harus menjaga keseimbangan harga gabah di tingkat petani dan harga beras di tingkat konsumen.

Harga Gabah Tembus Rp8.000 per Kilogram ?

Emil mencatat harga gabah di sejumlah daerah Jawa Timur kini sudah menembus Rp8.000 per kilogram. Kondisi tersebut membawa keuntungan bagi petani karena meningkatkan pendapatan mereka.

“Kondisi harga ini tentu menguntungkan petani karena mendongkrak tingkat kesejahteraan mereka,” ungkap Emil.

Namun, Emil meminta jajaran terkait mengawasi harga di tingkat pedagang eceran. Ia mengingatkan agar kenaikan harga di tingkat produsen tidak mendorong inflasi yang menekan daya beli masyarakat.

“Petani sejahtera itu sangat bagus. Tugas kita selanjutnya adalah memantau pergerakan harga di level konsumen. Jangan sampai terjadi inflasi yang memberatkan rumah tangga. Kedua belah pihak—petani dan konsumen—harus sama-sama sejahtera,” tegasnya.

Libatkan Penggilingan Padi Lokal Trenggalek

Skema kemitraan gudang juga memberi ruang bagi pelaku usaha lokal. Emil melihat Bulog memanfaatkan penggilingan padi lokal Trenggalek untuk mengisi stok di gudang Karangsoko.

“Saya tadi mengecek langsung alur pasokannya. Bulog ternyata memberdayakan mitra-mitra penggilingan padi lokal yang beroperasi di Trenggalek untuk mengisi gudang ini,” puji Emil.

Menurutnya, pola serapan lokal mampu memperpendek jarak distribusi dari sawah menuju gudang. Langkah tersebut sekaligus menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha daerah.

“Memangkas jarak distribusi sekaligus menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha lokal merupakan langkah yang sangat strategis,” tambahnya.

Bulog Jatim Lampaui Target 2026

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur Langgeng Wisnu Adinugroho mengatakan Bulog Jatim telah menyerap 927.000 ton gabah dan beras hingga Minggu (9/8/2026).

Angka tersebut melampaui target awal 2026 yang mencapai 883.000 ton.

“Alhamdulillah, Bulog Jawa Timur sudah melampaui target. Per kemarin kami mencatat penyerapan mencapai 927.000 ton dari target awal 883.000 ton,” beber Langgeng.

Langgeng mengapresiasi dukungan Pemprov Jatim, Polda Jatim, dan Kodam V/Brawijaya dalam mengawal penyerapan hasil panen.

“Sinergi hebat bersama Pak Wagub dan jajaran TNI-Polri sukses membawa kita melampaui target di semester pertama,” tegasnya.

Sewa 269 Gudang Tambahan

Untuk menampung hasil penyerapan beras, Bulog Jatim menambah kapasitas penyimpanan dengan menyewa 269 gudang milik swasta. Jumlah tersebut melengkapi 352 gudang milik Bulog.

“Kami mengoperasikan 352 unit gudang milik Bulog, plus menyewa 269 unit gudang tambahan di berbagai kabupaten/kota,” urai Langgeng.

Kombinasi tersebut membuat kapasitas penyimpanan Bulog Jatim mendekati 2 juta ton. Saat ini, Bulog Jatim menyimpan sekitar 1,3 juta ton beras.

“Posisi stok riil kami saat ini berada di angka 1,3 juta ton. Jumlah ini menguasai 25 persen cadangan nasional. Artinya, ketahanan pangan Jawa Timur berada dalam kondisi sangat aman,” tandasnya.

Pengoperasian gudang baru di Trenggalek, memperkuat jaringan logistik Bulog hingga daerah. Kolaborasi dengan perusahaan swasta dan penggilingan lokal juga membantu Jawa Timur menjaga pasokan serta kestabilan harga beras.(CIA)

Views: 30