TRENGGALEK, bioztv.id – Pergantian manajemen belum membuat Persiga Trenggalek langsung tancap gas menyambut Liga 4 musim 2026/2027. Hingga kini, manajemen klub kebanggaan masyarakat Trenggalek itu masih menunggu kepastian jadwal kompetisi dari Asprov PSSI Jawa Timur sebelum menyusun kekuatan tim. Meski belum memulai persiapan teknis di lapangan, pengurus memastikan Persiga tetap akan berlaga di kompetisi kasta keempat sepak bola nasional tersebut.
“Insyaallah kami pastikan Persiga siap berpartisipasi penuh. Kami hanya sedang menunggu kapan kepastian Liga 4 ini akan bergulir,” tegas Ketua Umum Persiga Trenggalek, Ayub Nualak.
Ayub mengungkapkan bahwa hingga saat ini Asprov PSSI Jawa Timur belum memastikan apakah kompetisi akan bergulir pada Desember 2026 atau bergeser ke Januari 2027.
Ketidakpastian kalender kompetisi itu membuat manajemen belum bisa menyusun agenda tim secara rinci.
“Kejelasan tanggal main menjadi kunci utama bagi kami untuk mengeksekusi seluruh rencana kerja dan mengunci anggaran tim,” tambahnya.
Belum Tunjuk Pelatih, Belum Bentuk Skuad
Ketidakjelasan jadwal kompetisi juga membuat manajemen belum memulai pembentukan tim. Hingga kini, Persiga belum menunjuk pelatih kepala maupun menyusun daftar pemain yang akan memperkuat tim kebanggan warga Trenggalek tersebut.
Ayub menegaskan bahwa manajemen baru akan duduk bersama untuk menentukan pelatih dan menyusun komposisi pemain setelah Asprov PSSI Jawa Timur mengumumkan jadwal resmi.
“Susunan pemain memang belum ada sama sekali karena kami memilih menanti jadwal dulu,” jelas Ayub.
Manajemen juga memilih tidak terburu-buru merekrut pelatih sebelum mengetahui jadwal pasti kompetisi. Karena itu, Persiga juga belum bisa menyusun agenda uji coba maupun pertandingan pramusim sebab skuad senior belum terbentuk.
Persiga Bidik Talenta Lokal Lewat Trenggalek Super League
Manajer Persiga Trenggalek, Agung Wahyu Liyono, mengatakan bahwa manajemen akan membuka seleksi pemain setelah Trenggalek Soccer League (TSL) mulai bergulir.
Melalui kompetisi internal tersebut, Persiga ingin menjaring talenta-talenta terbaik asal Trenggalek untuk memperkuat skuad utama musim depan.
“Kami akan menyaring bibit-bibit pemain putra daerah berpotensi dari kompetisi internal untuk kami lebur ke dalam skuad utama Persiga,” ujar Agung.
Agung menambahkan, Asprov PSSI Jawa Timur juga belum mengumumkan regulasi Liga 4, termasuk batas usia pemain. Kondisi itu membuat manajemen belum bisa membuka proses rekrutmen.
“Regulasi resminya saja belum diturunkan, jadi kami murni masih menunggu konfirmasi lanjutan dari Asprov PSSI Jatim,” katanya.
Manajemen Mulai Dekati Sponsor
Sambil menunggu kepastian jadwal, tim bisnis Persiga mulai bergerak mencari dukungan finansial. Manajemen membuka peluang kerja sama dengan berbagai sponsor untuk memenuhi kebutuhan operasional selama kompetisi berlangsung.
Ayub optimistis Persiga memiliki daya tarik yang kuat sebagai klub kebanggaan masyarakat Trenggalek sehingga mampu menarik minat dunia usaha.
“Kami berupaya semaksimal mungkin merangkul para sponsor yang mau berkomitmen mendukung perjuangan Persiga,” tuturnya.
Sementara itu, manajemen masih mengkaji peluang mengajukan Stadion Menak Sopal sebagai tuan rumah penyisihan Liga 4. Pengurus masih menghitung kesiapan teknis, mempelajari regulasi penyelenggaraan, dan menilai kelayakan stadion sebelum mengambil keputusan.(CIA)
Views: 23
















