Meski Honor Sensus Ekonomi BPS Tembus Rp10 Jutaan, Satu Petugas Mangkir hingga Putus Kontrak

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idHonor hingga Rp10 juta selama masa kontrak ternyata belum menjamin seluruh petugas Sensus Ekonomi 2026 mampu menuntaskan tugas. Di Kabupaten Trenggalek, BPS mengakhiri kontrak satu petugas lapangan karena kinerjanya tidak mencapai target pendataan.

BPS Trenggalek mulai menyoroti kinerja petugas tersebut sejak awal pelaksanaan sensus. Hasil pendataannya berjalan lambat sehingga BPS memberikan surat peringatan dan melakukan evaluasi sebelum petugas itu akhirnya mengundurkan diri.

Kepala BPS Trenggalek, Abu Amar, mengatakan pihaknya langsung mengevaluasi kinerja seluruh petugas lapangan pada bulan pertama pendataan.

“Memasuki bulan pertama pendataan, kami langsung melayangkan surat peringatan (SP) kepada sejumlah petugas yang mencatatkan produktivitas rendah,” tegas Abu Amar, Sabtu (22/8/2026).

BPS Beri Pendampingan Sebelum Mengakhiri Kontrak

Abu Amar menjelaskan bahwa BPS tidak langsung mengakhiri kontrak petugas yang memiliki produktivitas rendah.

BPS lebih dulu meminta koordinator wilayah mendampingi petugas dan mencari penyebab lambatnya pendataan. Pendekatan tersebut bertujuan membantu petugas mengejar target yang tertinggal.

Upaya pembinaan itu berhasil mendorong mayoritas petugas memperbaiki kinerja mereka.

“Melalui surat teguran dan pendampingan intensif di wilayah masing-masing, mereka langsung bergerak cepat membenahi kinerjanya,” jelasnya.

Namun, pendekatan tersebut tidak berhasil mendorong satu petugas untuk melanjutkan pekerjaannya. Setelah berdiskusi dan menjalani evaluasi, petugas tersebut menyatakan tidak sanggup memenuhi tuntutan pekerjaan.

“Kami sudah mengajak berdiskusi dan memberikan kesempatan, tetapi yang bersangkutan akhirnya menyatakan tidak sanggup melanjutkan tugas,” tutur Abu Amar.

Honor Petugas Capai Rp10 Juta Selama Kontrak

BPS memberikan kompensasi yang cukup besar kepada petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026.

Abu Amar memperkirakan setiap petugas menerima honor sekitar Rp3,5 juta hingga Rp4 juta per bulan. Dengan masa kontrak sekitar 2,5 bulan, total honor seorang petugas bisa mencapai sekitar Rp10 juta.

Namun, BPS tetap menuntut setiap petugas menjaga kualitas dan produktivitas pendataan. Besarnya honor tidak menghapus kewajiban petugas memenuhi target dan menjaga akurasi data.

Pendataan Tembus 113 Persen, Petugas Temukan Banyak Objek Baru

Kasus satu petugas yang mengundurkan diri terjadi ketika tim BPS terus mengejar target pendataan ekonomi Trenggalek.

Hingga 18 Agustus 2026, BPS Trenggalek mencatat realisasi pendataan mencapai 113 persen dari daftar awal atau prelist.

Angka tersebut tidak membuat petugas berhenti menyisir lapangan. Saat melakukan pendataan dari pintu ke pintu (door-to-door), petugas masih menemukan unit usaha maupun keluarga yang belum masuk dalam daftar awal.

“Makin aktif petugas bergerak di lapangan, makin banyak temuan objek sensus baru yang tidak terdaftar dalam prelist awal,” tambahnya.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi tidak hanya bergantung pada besarnya honor petugas. Kemampuan mengejar target, ketahanan bekerja di lapangan, kecakapan berkomunikasi dengan responden, dan ketelitian mengumpulkan data menjadi faktor penting.

BPS Trenggalek kini terus mengejar penyelesaian pendataan hingga batas waktu pelaksanaan. Targetnya bukan sekadar menyelesaikan jumlah objek sensus, tetapi memastikan data yang terkumpul benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat Trenggalek.(CIA)

Views: 10