TRENGGALEK, bioztv.id – Polemik pengelolaan data pemain yang sempat memicu ketegangan antara Askab PSSI Trenggalek dan SSB Shrimp Army Football Academy akhirnya mendorong lahirnya kebijakan baru. Jajaran pengurus Askab kini mewajibkan seluruh klub peserta kompetisi mengoperasikan aplikasi Sistem Informasi Administrasi PSSI (SIAP) secara mandiri mulai bergulirnya Trenggalek Soccer League (TSL) 2026.
Pengurus Askab mengambil keputusan tersebut melalui forum evaluasi pasca-sengketa administrasi pemain. Dalam forum itu, Askab mengundang seluruh perwakilan klub sepak bola se-Kabupaten Trenggalek untuk menyelesaikan persoalan yang sempat mencuat sekaligus menyusun langkah pembenahan.
Ketua Askab PSSI Trenggalek, Puguh Purnomo, mengatakan forum tersebut bertujuan memperbaiki komunikasi sekaligus menyusun peta jalan reformasi tata kelola sepak bola di Bumi Menak Sopal.
“Hari ini kami menggelar forum silaturahmi antara pengurus Askab dengan seluruh klub sepak bola yang sempat hadir. Kami mengevaluasi dinamika yang berkembang belakangan ini, membahas agenda program ke depan, sekaligus memberikan ruang terbuka bagi klub dan Askab untuk saling melempar masukan,” ujar Puguh Purnomo.
Konflik Administrasi Jadi Titik Balik
Amburadulnya pengelolaan data pemain di aplikasi SIAP memicu sengketa yang mencuat beberapa waktu lalu. Dampaknya, panitia mencoret SSB Shrimp Army dari daftar peserta Piala Soeratin U-15 2026.
Kasus tersebut memicu kritik terhadap tata kelola administrasi digital Askab PSSI Trenggalek. Menanggapi kondisi itu, Askab memilih menjadikan persoalan tersebut sebagai momentum untuk membenahi sistem secara menyeluruh.
Puguh mengatakan forum evaluasi menghasilkan kesepakatan bahwa seluruh klub yang ingin mengikuti kompetisi resmi wajib memiliki sekaligus mengelola akun SIAP secara mandiri.
“Intinya, pengurus Askab dan pihak klub sudah menyepakati satu komitmen. Mulai tahun 2026 ini, tepat saat genderang Trenggalek Soccer League bertabuh, seluruh klub tanpa terkecuali wajib menggunakan aplikasi SIAP,” tegas Puguh.
Askab Serahkan Pengelolaan Akun SIAP kepada Klub
Askab juga mengubah pola pengelolaan administrasi dengan tidak lagi memusatkan akun SIAP di sekretariat asosiasi.
Mulai musim kompetisi mendatang, setiap klub akan memegang penuh akses dan kata sandi akun SIAP masing-masing. Manajemen klub dapat menginput, memperbarui, dan mengelola data pemain secara mandiri tanpa bergantung pada admin Askab. Meski demikian, Askab tetap menyiapkan pendampingan teknis bagi seluruh klub.
“Kami akan menyerahkan akun aplikasi SIAP ini kepada masing-masing klub. Sebelum mereka mengoperasikannya, kami tentu akan memberikan pendampingan intensif. Jadi kami tidak melepas mereka begitu saja, tetapi kewajiban penggunaan aplikasi SIAP ini sifatnya mutlak,” jelas Puguh.
Askab berharap kebijakan tersebut mampu meningkatkan transparansi administrasi sekaligus mencegah sengketa data pemain pada kompetisi berikutnya.
Klub Peserta TSL 2026 Wajib Berbadan Hukum
Askab tidak hanya mempercepat digitalisasi administrasi, tetapi juga menaikkan standar persyaratan peserta kompetisi. Mulai TSL 2026, setiap klub yang ingin mengikuti liga wajib memiliki badan hukum yang sah.
Melalui legalitas organisasi yang jelas dan sistem administrasi digital yang dikelola langsung oleh masing-masing klub, Askab optimistis proses registrasi pemain, perpindahan pemain, hingga penyelenggaraan kompetisi akan berjalan lebih tertib, profesional, dan akuntabel.
Askab Benahi Komunikasi dengan Seluruh Klub
Puguh mengakui konflik administrasi dengan Shrimp Army memberikan pelajaran penting bagi organisasinya. Karena itu, Askab berkomitmen memperbaiki pola komunikasi dengan seluruh klub anggota agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
“Kami mencatat banyak sekali masukan dan kritikan dari teman-teman klub. Kami akan menindaklanjuti semua catatan itu agar ke depan tidak ada lagi miskomunikasi, terutama antara pengurus Askab dengan pihak klub maupun sekolah sepak bola (SSB),” pungkas Puguh.
Melalui kebijakan wajib menggunakan aplikasi SIAP, Askab PSSI Trenggalek berupaya menutup celah sengketa administrasi pemain sekaligus mempercepat transformasi digital sepak bola daerah. Kini, seluruh klub menghadapi tantangan untuk segera beradaptasi dengan sistem baru sebelum kompetisi resmi dimulai.(CIA)
Views: 14

















