TRENGGALEK, bioztv.id – Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD dr. Soedomo dan menemukan sejumlah persoalan pelayanan yang membutuhkan penanganan segera. Dalam sidak tersebut, para legislator menemukan tiga ruang operasi yang belum dimanfaatkan, proyek gedung rawat inap baru yang sempat terkendala, serta keterbatasan fasilitas lift di rumah sakit milik pemerintah daerah itu.
Temuan yang paling menyita perhatian adalah tiga ruang operasi lama yang hingga kini belum beroperasi. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan terus bertambahnya antrean pasien yang membutuhkan operasi ortopedi.
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, meminta manajemen rumah sakit segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Kami menemukan manajemen belum memanfaatkan tiga ruang operasi lama di sana. Padahal, antrean pasien untuk operasi ortopedi saat ini sudah menembus angka sekitar 50 orang. Sementara itu, kemampuan tim medis di RSUD hanya sanggup melayani sekitar tiga tindakan operasi saja setiap harinya,” ujar Sukarodin, Rabu (1/7/2026).
Menurut Sukarodin, rumah sakit tidak boleh membiarkan ruang operasi yang siap digunakan tetap kosong ketika banyak pasien harus menunggu berhari-hari untuk mendapatkan tindakan medis.
Karena itu, Komisi IV mendesak manajemen RSUD dr. Soedomo segera melengkapi kebutuhan alat kesehatan (alkes) serta menambah tenaga dokter spesialis. Langkah tersebut diharapkan mampu mengaktifkan kembali ketiga ruang operasi sekaligus memangkas antrean pasien.
DPRD Pastikan Proyek Gedung Baru Siap Berjalan
Selain meninjau layanan medis, rombongan DPRD juga mengecek lokasi pembangunan gedung rawat inap baru yang akan menjadi pusat layanan kesehatan jiwa terpadu.
Sukarodin menjelaskan bahwa proyek tersebut sempat tertunda karena lokasi pembangunan masuk dalam kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), sehingga pemerintah daerah belum dapat memulai pembangunan.
Kini, pemerintah pusat telah menyelesaikan proses alih fungsi lahan tersebut sehingga RSUD dapat melanjutkan tahapan pembangunan.
“Kementerian sudah menuntaskan status sengketa lahannya. Artinya, pihak RSUD sudah bisa memulai proses pembangunan fisik. Pemerintah daerah berencana memasukkan anggaran proyek ini melalui skema APBD Perubahan 2026,” jelas Sukarodin.
DPRD Minta RSUD Tambah Lift Cadangan
Komisi IV juga menyoroti keterbatasan fasilitas penunjang mobilitas di RSUD dr. Soedomo. Saat ini rumah sakit hanya mengoperasikan satu unit lift untuk melayani perpindahan pasien dan aktivitas tenaga medis.
Padahal, rumah sakit menempatkan sejumlah layanan penting, termasuk ruang operasi, di lantai atas. Jika lift tersebut mengalami kerusakan, pelayanan medis berpotensi terganggu.
Karena itu, Komisi IV meminta manajemen RSUD segera mengusulkan pengadaan satu unit lift tambahan sebagai cadangan.
“Apabila rumah sakit hanya mengandalkan satu lift dan fasilitas itu tiba-tiba rusak, layanan medis di lantai atas pasti lumpuh. Maka dari itu, kami meminta manajemen menambah satu unit lift lagi demi menjaga ritme pelayanan tetap aman,” tegas Sukarodin.
DPRD Kawal Seluruh Hasil Sidak
Komisi IV DPRD Trenggalek menegaskan bahwa pengawasan tidak berhenti pada kegiatan sidak. DPRD akan terus mengawal seluruh temuan hingga manajemen RSUD menindaklanjutinya.
DPRD berharap RSUD dr. Soedomo segera mengaktifkan kembali tiga ruang operasi, mempercepat pembangunan gedung layanan kesehatan jiwa, serta menambah lift cadangan agar masyarakat Trenggalek memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih cepat, aman, dan optimal.(CIA)
Views: 18

















