TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten Trenggalek kembali mencatat prestasi dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) kelas dunia. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, secara resmi memberangkatkan sembilan pemuda terbaik untuk menempuh pendidikan D2 gratis di University of Geongnam Namhae, Korea Selatan, Selasa (10/2/2026).
Program ini tidak hanya menghadirkan beasiswa pendidikan. Pemerintah juga menjamin peluang kerja di industri Korea Selatan bagi para peserta segera setelah mereka menyelesaikan studi.
Dominasi Trenggalek di Kancah Nasional
Dalam sambutannya di Ruang Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha, Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini menyampaikan rasa bangganya. Para pemuda Trenggalek berhasil membuktikan kualitas mereka dan mengungguli peserta dari daerah lain.
“Dari total 16 peserta se-Indonesia yang lolos, sembilan di antaranya berasal dari Trenggalek. Bahkan, salah satu anak kita, Arya, meraih nilai terbaik dengan status transfer perfect,” ujar Mas Ipin.
Pihak universitas di Korea Selatan bahkan menghubungi Pemkab Trenggalek secara khusus untuk menyampaikan apresiasi atas kecerdasan para peserta asal Bumi Menak Sopal.
Fokus pada Teknologi Masa Depan: AI dan Pertahanan
Mas Ipin menjelaskan bahwa pemerintah menjalankan program ini dengan skema blended matching. Pemerintah dan pihak kampus menyesuaikan kurikulum pendidikan vokasi secara langsung dengan kebutuhan industri di Korea Selatan. Dalam program ini, sembilan pemuda tersebut akan mempelajari dua bidang strategis, yakni:
- Teknik Pertahanan
- Artificial Intelligence (AI)
“Kita menyiapkan mereka agar mampu menguasai teknologi masa depan. Harapannya, dalam 30 hingga 50 tahun ke depan, pengalaman mereka dapat menggerakkan perubahan Trenggalek menjadi kota yang dinamis,” tambah Mas Ipin.
Kisah Arya: Dari Anak Desa Menjadi Lulusan Terbaik
Arya Bayu Adi Permana, Pemuda Asal Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak, membuktikan bahwa anak desa mampu meraih mimpi besar. Lulusan SMKN 1 Trenggalek ini mengaku telah bercita-cita bekerja di Korea Selatan sejak duduk di bangku SMP.
“Kuncinya rutin menghafal kosakata. Jika kita konsisten, belajar Bahasa Korea tidak sesulit yang dibayangkan. Saya sangat bersyukur karena program ini benar-benar gratis tanpa pungutan apa pun,” ungkap Arya.
Mewujudkan Mimpi yang Tadinya Mustahil
Para orang tua peserta juga merasakan kebahagiaan mendalam. Sulam, seorang petani dari Desa Ngerdani, Kecamatan Dongko, meneteskan air mata saat melihat putrinya bersiap berangkat ke luar negeri.
“Sebagai petani, saya tidak pernah membayangkan anak saya bisa kuliah di Korea. Kalau harus membiayai sendiri, jelas kami tidak mampu. Program Pemkab ini benar-benar membuka jalan yang sebelumnya mustahil bagi kami,” tutur Sulam haru.
Sembilan pemuda tersebut akan bertolak ke Negeri Gingseng pada awal Maret 2026. Ke depan, Mas Ipin berencana menyiapkan skema subsidi dan pembiayaan ringan agar semakin banyak anak muda Trenggalek dapat mengikuti jejak kesuksesan ini. (CIA)
Views: 54

















