Tebing Longsor di Panggul Robohkan Dapur Rumah Warga, BPBD Trenggalek Imbau Kewaspadaan

oleh
oleh
Tebing Longsor Hantam Dapur Rumah Hingga Ambruk
Tebing Longsor Hantam Dapur Rumah Hingga Ambruk

Trenggalek, bioztv.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, kembali memicu bencana tanah longsor. Kali ini, tebing setinggi enam meter di Dusun Sonokulon, Desa Ngrambingan, ambrol dan menimpa rumah milik Tukini, Selasa (10/12) dini hari. Longsor menyebabkan bagian dapur rumah tersebut roboh, meski beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Stefanus Triadi, memastikan bahwa penghuni rumah dalam kondisi selamat lantaran saat longsor terjadi, mereka sedang beristirahat di kamar.

“Untungnya, penghuni rumah sedang berada di kamar sehingga tidak ada korban jiwa. Bagian yang terdampak hanyalah dapur,” ujar Triadi, Selasa (10/12).

Setelah kejadian, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) bersama relawan, Babinsa, perangkat desa, dan warga setempat bergerak cepat membersihkan material longsor. Gotong royong dilakukan untuk memastikan area tersebut aman dan meminimalkan risiko kerusakan lebih lanjut.

BPBD juga memberikan imbauan kepada warga sekitar untuk tetap siaga, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi.

“Kami meminta warga di sekitar lokasi kejadian untuk waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun dalam beberapa hari ke depan,” lanjut Triadi.

Kejadian longsor di Desa Ngrambingan ini menambah panjang daftar bencana serupa yang tercatat di Trenggalek selama musim penghujan. Data BPBD menunjukkan, dalam kurun waktu November hingga pekan pertama Desember 2024, telah terjadi 59 bencana tanah longsor di kabupaten ini. Kecamatan Panggul menjadi wilayah dengan dampak terparah, mencatatkan 26 kejadian longsor.

“Panggul memang menjadi salah satu kecamatan yang rawan tanah longsor, karena kondisi geografisnya yang berbukit dan curah hujan yang tinggi,” tambah Triadi.

Bencana ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor.

“Selain menjaga lingkungan, warga diimbau memperhatikan kondisi tebing-tebing di sekitar rumah mereka, terutama saat intensitas hujan tinggi,” pungkas Triadi.(CIA)

Views: 1