TRENGGALEK, bioztv.id – Sebanyak 135 bendahara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Trenggalek mengikuti pelatihan dan uji sertifikasi kompetensi secara bertahap sepanjang Oktober 2026. Namun, keterbatasan alokasi anggaran membuat 22 bendahara lainnya belum bisa mengikuti pelatihan pada tahap ini.
Kementerian Koperasi Republik Indonesia mendanai program penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) koperasi tersebut melalui skema dana dekonsentrasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek, Saniran menjelaskan bahwa pemerintah daerah menjalankan program sesuai kuota anggaran yang ditetapkan kementerian.
“Semua anggaran dari kementerian yang didanai melalui dekonsentrasi di provinsi, kita hanya melaksanakan saja dan sumber dananya dari sana,” kata Saniran.
Pelatihan Dibagi Tiga Gelombang
Panitia memusatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi bendahara KDKMP di Hotel Hayam Wuruk, Jalan Soekarno Hatta Nomor 20, Kelurahan Ngantru, Trenggalek.
Panitia membagi 135 peserta ke dalam tiga gelombang. Setiap gelombang menampung 45 bendahara dengan jadwal sebagai berikut:
- Gelombang I: 13–16 Oktober 2026.
- Gelombang II: 17–20 Oktober 2026.
- Gelombang III: 27–30 Oktober 2026.
Saniran menyebut pelatihan ini penting karena bendahara memegang peran utama dalam mengelola keuangan koperasi. Kemampuan mereka menentukan ketertiban administrasi dan pertanggungjawaban keuangan setiap unit usaha.
“Alhamdulillah, untuk teman-teman pengurus koperasi, khususnya bendahara yang akan sangat berkecimpung dalam pengelolaan keuangan, sudah dilatih,” ujar Saniran.
22 Bendahara Menunggu Alokasi Anggaran Lanjutan
Di luar 135 peserta yang mengikuti pelatihan, masih ada 22 bendahara KDKMP desa dan kelurahan di Trenggalek yang belum terakomodasi. Diskomidag berupaya mengusulkan mereka agar bisa mengikuti pelatihan melalui alokasi anggaran atau kebijakan program lanjutan.
Saniran menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi bagian penting untuk mengukur kemampuan bendahara dalam mengelola keuangan koperasi secara profesional.
Pada hari terakhir pelatihan, peserta mengikuti uji kompetensi untuk menilai kemampuan mereka dalam menjalankan tugas pengelolaan keuangan koperasi.
“Dampaknya nanti pada hari terakhir ada uji kompetensi yang akan menghasilkan bahwa teman-teman itu kompeten dalam pengelolaan keuangan koperasi,” jelas Saniran.
Selama pelatihan, peserta mempelajari dasar-dasar perkoperasian, manajemen kas, pencatatan transaksi harian, penyusunan laporan keuangan, hingga penggunaan aplikasi digital untuk mendukung administrasi koperasi.
Saniran juga mengingatkan para bendahara agar mendasarkan setiap pencatatan transaksi pada bukti yang sah dan dokumen pendukung yang lengkap.
“Pastikan semuanya berdasarkan bukti dan catatan-catatan yang sah berdasarkan dokumen pendukung,” tegasnya.(CIA)
Views: 4

















