Kekeringan Meluas, BPBD Trenggalek Kejar Tambahan Bantuan Tandon Air untuk 51 Desa

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Kekeringan di Kabupaten Trenggalek terus meluas dan memicu krisis air bersih bagi puluhan ribu warga. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek per 24 September 2026 mencatat 51 desa di 12 kecamatan menghadapi krisis air bersih.

Kondisi tersebut berdampak pada 27.786 jiwa atau 12.078 kepala keluarga (KK). BPBD kini mempercepat pengiriman air bersih sekaligus menambah sarana penampungan di wilayah terdampak.

Panggul Jadi Wilayah dengan Desa Terdampak Terbanyak

Kecamatan Panggul mencatat desa terdampak kekeringan terbanyak, yakni 13 desa. Tugu menyusul dengan enam desa. Dongko dan Watulimo masing-masing mencatat lima desa terdampak.

Kampak, Pogalan, Trenggalek, dan Bendungan masing-masing mencatat empat desa. Pule dan Suruh masing-masing mencatat dua desa. Sementara Gandusari dan Munjungan masing-masing mencatat satu desa terdampak.

Secara keseluruhan, kekeringan kini menjangkau 51 desa di 12 kecamatan Trenggalek.

BPBD Salurkan 2,47 Juta Liter Air Bersih

BPBD Trenggalek telah menyalurkan 2.479.000 liter air bersih hingga 24 September 2026. Tim satgas mengerahkan armada tangki sebanyak 513 rit untuk menjangkau 47 desa di 12 kecamatan.

Panggul menerima pasokan terbesar. BPBD mengirim 1.375.000 liter melalui 280 rit pengiriman. Dongko menerima 313.000 liter dalam 64 rit. Bendungan dan Watulimo masing-masing menerima 152.000 liter melalui 38 rit.

Distribusi ke wilayah lainnya mencakup:

  • Pogalan: 125.000 liter dalam 21 rit.
  • Tugu: 118.000 liter dalam 23 rit.
  • Kampak: 82.000 liter dalam 19 rit.
  • Trenggalek: 80.000 liter dalam 14 rit.
  • Gandusari: 36.000 liter dalam 6 rit.
  • Suruh: 22.000 liter dalam 5 rit.
  • Munjungan: 20.000 liter dalam 4 rit.
  • Pule: 4.000 liter dalam 1 rit.

BPBD Kejar Tambahan Tandon dan Terpal dari Provinsi

BPBD tidak hanya mengandalkan pengiriman air secara berkala. Mereka juga mengupayakan tambahan sarana penampungan untuk memperlancar distribusi di permukiman warga.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, mengatakan 25 unit tandon air sudah tiba di markas BPBD.

“Tandon yang sudah sampai di Trenggalek saat ini kurang lebih ada 25 unit,” terang Triadi.

Sebelumnya, BPBD Trenggalek mengusulkan hampir 100 tandon dan 250 lembar terpal penampung air kepada BPBD Provinsi Jawa Timur.

Triadi berharap Pemprov Jatim segera menyalurkan sisa bantuan sarana dan prasarana tersebut.

“Harapan kami, bantuan sarpras kekeringan dari provinsi bisa tiba di Trenggalek secepatnya,” jelasnya.

Tandon Komunal Percepat Distribusi Air

BPBD akan menggunakan tandon komunal sebagai tempat penampungan ketika armada tangki tiba di desa terdampak.

Langkah tersebut mengikuti permohonan fasilitas penampungan dari pemerintah desa.

Triadi menjelaskan bahwa tandon komunal membantu petugas menyalurkan air lebih efisien. Petugas tidak perlu mengisi wadah warga satu per satu.

“Mengisi air secara bergantian dari rumah ke rumah itu sangat tidak efektif dan memakan waktu,” tegas Triadi.(CIA)

Views: 3