Sumur Cuma Cukup Buat Masak, Warga Karangsoko Trenggalek Bergantung pada Air Kiriman

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idKekeringan mulai mengubah pola hidup warga Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Sumur galian warga memang belum sepenuhnya mengering. Namun, kemarau panjang memangkas debit air secara drastis hingga tidak lagi mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Kondisi tersebut mendorong warga meminta bantuan air bersih kepada BPBD Kabupaten Trenggalek.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, membenarkan laporan tersebut. Ia mengatakan petugas langsung mengirim bantuan setelah menerima permohonan warga.

“Petugas kami merespons permohonan warga Desa Karangsoko yang mencakup dua lingkungan RT, yakni RT 5 dan RT 7,” terang Triadi, Selasa (18/8/2026).

Petugas memusatkan distribusi air di RT 5 Dusun Sukorejo dan RT 7 Dusun Karanggayam. Masing-masing wilayah menampung sedikitnya 12 kepala keluarga yang kini menghadapi krisis air bersih.

Sumur Belum Kering Total, Warga Mulai ‘Ngeteng’ Air

Kondisi Karangsoko menunjukkan bahwa kekeringan tidak selalu menghilangkan sumber air secara total. Penurunan debit sumur justru memaksa warga mengatur penggunaan air secara ketat.

Salah seorang warga terdampak, Sringatin, mengatakan kemarau mulai menyulitkan warga sejak Juli.

“Debit air sumur menyusut drastis, air yang keluar cuma cukup untuk kebutuhan memasak,” ungkap Sringatin.

Warga kemudian menggunakan air tangki BPBD untuk memenuhi kebutuhan sanitasi sehari-hari.

“Kami memanfaatkan air kiriman tangki ini khusus untuk mandi dan mencuci pakaian,” tambahnya.

Kondisi tersebut membuat warga tidak lagi menganggap air tangki sebagai bantuan sementara. Mereka kini mengandalkannya untuk memenuhi kebutuhan harian.

BPBD Siagakan Armada Tangki Setiap Hari

Triadi memastikan BPBD terus menyisir wilayah terdampak dan mengirimkan pasokan air bersih.

Petugas menentukan titik distribusi berdasarkan jumlah permintaan warga dan tingkat keparahan krisis air di lapangan.

“Setiap hari petugas menyisir lokasi dropping, baik desa-desa di kawasan pegunungan maupun wilayah dataran,” tegasnya.

Dalam operasi distribusi terbaru, BPBD menyalurkan total 34.000 liter air bersih ke sejumlah permukiman terdampak.

BPBD Trenggalek juga menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, PDAM, dan sejumlah unit pendukung untuk memperkuat armada distribusi.(CIA)

Views: 7