Muncul Relawan Bumbung Kosong di Trenggalek, Doding Ingatkan Dampak Buruk jika Menang

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Pilkada Trenggalek Tahun 2024 hanya ada satu pasang pendaftar hingga muncul relawan bumbung kosong. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek ingatkan dampak buruk jika lotak kosong menang. Diantaranya terkait APBD yang akan terkuras untuk Pilkada ulang, hingga kebijakan saat jabatan bupati diisi oleh penjabat (PJ).

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek sekaligus Ketua Sementara DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menyampaikan, pihaknya berharap Pilkada Trenggalek Tahun 2024 nanti bisa berjalan lancar. Kondisi saat ini hanya ada satu pasang calon bupati yang daftar ke KPU. Sehingga nantinya pada surat suara akan disandingkan dengan kotak kosong.

“Yang mendaftar ke KPU hanya pasangan petahana, yakni  Mochamad Nur Arifin alias Mas Ipin dan Syah Muhammad Natanegara,” ujar Doding.

Menurutnya, jika kotak kosong menang, persoalan pertama yang muncul adalah terkait anggaran. Pemerintah daerah yang hanya menyiapkan anggaran untuk satu kali putaran pemilihan kepala daerah (Pilkada). Jika harus dilakukan pemilihan ulang, kendala anggaran bisa menghambat pelaksanaannya. Terlebih pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran sekitar 60 hingga 80 miliar untuk Pilkada.

“Pembahasan APBD 2025 baru akan kita tetapkan pada November 2024 mendatang. Jadi, kalau ada pemilihan ulang paling cepat itu ya tahun 2026, karena untuk tahun 2025 anggarannya belum ada,” jelasnya.

Doding juga menyoroti dampak lain jika kotak kosong menang, yaitu posisi bupati akan diisi oleh Penjabat (PJ) Bupati. Kondisi ini dianggapnya kurang ideal karena visi misi yang telah disusun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) bisa terganggu.

“Kita punya visi misi RPJMD, dan kalau diisi PJ, mereka tidak bisa membuat visi misi baru. Itu artinya, visi misi yang ada saat ini akan terbengkalai karena mereka hanya bisa mengacu pada rencana pembangunan jangka panjang (RPJPD) 25 tahunan. Ini tentu merugikan,” tegasnya.

Selain kerugian dari sisi perencanaan pembangunan, kerugian yang nyata menurut Doding adalah terkait anggaran yang harus dikeluarkan untuk Pilkada ulang.

“sampai sekarang di skema anggaran kita belum ada dana cadangan untuk itu,” tambahnya.

Meski demikian, Doding menghargai munculnya relawan kotak kosong sebagai bagian dari hak demokrasi masyarakat.

“Itu adalah bagian dari pendapat masyarakat. Bagi kami, itu tidak masalah. Namun, kami tetap optimis bahwa kemenangan petahana bisa mencapai 100%, atau paling tidak minimal 85%. Sementara kotak kosong, dari hitungan kami maksimal hanya bisa mencapai 13%,” pungkas Doding.(CIA)

Views: 2