Belum Tuntas, SILPA 173 M Pada LPJ Tahun 2020 Masih Menjadi Sorotan Banggar DPRD Trenggalek

oleh
oleh
Besarnya nilai sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) pada laporan pertanggunga jawaban (LPJ) APBD Tahun 2020 masih menjadi sorotan Badan Anggaran DPRD Trenggalek. Pasalnya, besaran nilai SILPA mencapai 173 Miliar Rupiah. Sedangkan pihak TAPD juga belum bisa memenuhi jawaban yang diminta Banggar.
Besarnya nilai sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) pada laporan pertanggunga jawaban (LPJ) APBD Tahun 2020 masih menjadi sorotan Badan Anggaran DPRD Trenggalek. Pasalnya, besaran nilai SILPA mencapai 173 Miliar Rupiah. Sedangkan pihak TAPD juga belum bisa memenuhi jawaban yang diminta Banggar.

TRENGGALEK, bioztv.id – Besarnya nilai sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) pada laporan pertanggunga jawaban (LPJ) APBD Tahun 2020 masih menjadi sorotan Badan Anggaran DPRD Trenggalek. Pasalnya, besaran nilai SILPA mencapai 173 Miliar Rupiah. Sedangkan pihak TAPD juga belum bisa memenuhi jawaban yang diminta Banggar.

Setelah dilakukan pembahasan ditingkat Komisi Komisi, LPJ Bupati Trenggalek Tahun 2020 akhirnya dibahas oleh badan anggaran (Banggar) DPRD Trenggalek. Dalam hal ini, komisi komisi sampaikan hasil pembahasannya, sedangkan yang menjadi sorotan utama adalah besarnya SILPA pada tahun berkenaan.  Beberapa OPD yang menyumbangkan nilai SILPA cukup besar antara lain, DInas Kesehatan, Dinas PUPR,  dan Satpol-PP. Untuk penyebabnya sendiri juga  bermacam macam, seperti halnya perencanaan yang kurang cermat, hingga faktor kondsi Pandemi yang terjadi saat ini.

Ketua DPRD Trenggalek, Samsul Anam menyampaikan, Setelah komisi komisi menyampaikan hasil pembahasannya ke Banggar, kemudian Banggar juga langsung menindaklanjutinya dengan pembahasan bersama tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). Hasilnya, pembahasan ini belum final, karena masih ada sejumlah pertanyaan atau permintaan anggota Banggar yang belum bisa dipenuhi oleh TAPD. Sehingga rapat harus ditunda hingga TAPD bisa menyajikan data yang diminta banggar.

Samsul Anam juga menambahkan, dalam pembahasan antara Banggar dan TAPD, sejumlah anggota juga pertanyakan penyebab lemahnya serapan pada tahun 2020. Mereka juga menyoroti sistem perencanaan yang dinilai kurang cermat, akibatnya anggaran tidak bisa terserap secara maksimal, dan justru menyumbangkan nilai SILPA hingga 173 Miiar Rupiah.

Views: 0