Pertanyakan Kewajaran Nilai Tawar Lelang, Sejumlah Pengusaha Konstruksi Wadul DPRD Trenggalek

oleh
oleh
Pertanyakan kewajaran nilai tawar lelang, sejumlah pengusaha konstruksi yang tergabung dalam gabungan pengusaha konstruksi indonesia (Gabpeksi) wadul DPRD Trenggalek. Pasalnya, sejumlah kegiatan lelang yang ada, terbukti dimenangkan dengan nilai penurunan hingga lebih dari 30%, bahkan sampai 59%.
Pertanyakan kewajaran nilai tawar lelang, sejumlah pengusaha konstruksi yang tergabung dalam gabungan pengusaha konstruksi indonesia (Gabpeksi) wadul DPRD Trenggalek. Pasalnya, sejumlah kegiatan lelang yang ada, terbukti dimenangkan dengan nilai penurunan hingga lebih dari 30%, bahkan sampai 59%.

TRENGGALEK, bioztv.id – Pertanyakan kewajaran nilai tawar lelang, sejumlah pengusaha konstruksi yang tergabung dalam gabungan pengusaha konstruksi indonesia (Gabpeksi) wadul DPRD Trenggalek. Pasalnya, sejumlah kegiatan lelang yang ada, terbukti dimenangkan dengan nilai penurunan hingga lebih dari 30%, bahkan sampai 59%.

Menurut keterangan Ketua Gabpeksi Trenggalek, penawaran yang terlalu rendah yang dimenangkan oleh pihak penyelenggara lelang membuat persaingan tidak kompetitif. Pasalnya,  nilai penawaran yang terlalu rendah akan berdampak terhadap potensi kualitas bangunan yang juga rendah dan tak maksimal. Sehingga Gabpeksi meminta hearing dengar pendapat bersama instansi terkait kepada dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) kabupaten trenggalek.

Lebih lanjut Ketua Gabpeksi Trenggalek, bambang Wahyudi menyampaikan, pihaknya ingin adanya persamaan persepsi antara penyedia jasa konstruksi, Pokja, PPK, maupun dengan pihak bagian perencanaan. Tujuannya agar tercipta iklim jasa Konstruksi yang baik. Dari pantauan Gabpeksi Trenggalek, pada tahun 2020 kemarin nilai penawaran yang dimenangkan ada yang mengalami penurunan hingga 59%, Tahun ini ada yang mencapai 69%, bahkan untuk bangunan gedung ada yang sampai 73% dari nilai HPS.

Dalam hal ini, Gabpeksi Trenggalek juga mempertanyakan bagaimana penawaran-penawaran rendah itu bisa dimenangkan dalam lelang. Padahal,  penurunan nilai tawar itu termasuk dalam kondisi yang kewajarannya patut dipertanyakan. Artinya,  menurut mereka,  nilai tawar yang rendah bisa berdampak pada kualitas pengerjaan proyek yang juga rendah. Di sisi lain,  Gabpeksi juga  menyebut tjika ren itu ditambah juga dengan tren banyaknya pengusaha konstruksi luar kota yang juga menawar lelang pembangunan di Kabupaten Trenggalek.

Views: 1