6 Kecelakaan Terjadi Selama Sepekan Operasi Patuh Semeru di Trenggalek, 12 Orang Luka Ringan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Satlantas Polres Trenggalek mencatat enam kecelakaan lalu lintas selama pekan pertama Operasi Patuh Semeru 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan 12 orang mengalami luka ringan.

Meski demikian, kepolisian memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam seluruh kecelakaan selama sepekan pelaksanaan operasi.

Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Kharisma Afriansyah, menyampaikan bahwa petugas masih menangani seluruh laporan kecelakaan tersebut.

“Untuk kecelakaan lalu lintas selama satu minggu atau sepekan ini, ada enam kejadian laka lantas dengan 12 korban luka ringan,” jelas Kharisma saat dikonfirmasi.

Ia juga memastikan seluruh kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban meninggal dunia.

“Untuk korban meninggal dunia, dalam Operasi Patuh ini nihil,” terangnya.

Penyebab Kecelakaan Masih Didalami

Kharisma menjelaskan bahwa tim penyidik lalu lintas masih melakukan penyelidikan terhadap enam kecelakaan tersebut.

Petugas mengumpulkan keterangan saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta menyusun kronologi untuk mengetahui penyebab setiap kecelakaan.

“Untuk proses penyelidikannya masih di tingkat penyelidikan. Jadi kita belum bisa menentukan penyebab terjadinya kecelakaan itu dari penyebab apa,” ungkapnya.

Meski belum menyimpulkan penyebab kecelakaan, Kharisma memastikan seluruh kejadian melibatkan benturan antarkendaraan.

Dengan demikian, tidak ada kecelakaan tunggal dalam enam peristiwa tersebut.

“Dari enam kejadian itu ada lawannya. Jadi tidak ada laka tunggal,” tegasnya.

Waspadai Jalur Rawan Longsor KM 16 Trenggalek-Ponorogo

Selain menangani kecelakaan dan menindak pelanggaran lalu lintas, Satlantas Polres Trenggalek juga meningkatkan pengawasan di sejumlah titik rawan bencana.

Salah satu perhatian utama kepolisian tertuju pada KM 16 ruas Jalan Raya Trenggalek-Ponorogo. Kawasan perbukitan tersebut memiliki risiko longsor dan pohon tumbang saat hujan deras.

“Di wilayah kita di Trenggalek ini kita memiliki daerah rawan longsor di kilometer 16,” tutur Kharisma.

Untuk mengantisipasi jatuhnya korban, Satlantas memasang rambu-rambu peringatan bahaya di sepanjang jalur tersebut.

Kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas melalui sistem buka-tutup jalan. Petugas akan menerapkan skema tersebut ketika hujan ekstrem mengguyur kawasan rawan longsor.

“Di situ kita sudah melakukan langkah-langkah upaya kita untuk mencegah terjadinya korban dengan memasang imbauan kepada pengendara, kemudian melakukan buka tutup apabila hujan,” paparnya.

Menutup keterangannya, AKP Kharisma mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.

Ia menegaskan bahwa pelanggaran lalu lintas dapat memicu terjadinya kecelakaan.

“Kami mengimbau warga Trenggalek untuk selalu tertib berlalu lintas. Kecelakaan lalu lintas berawal dari pelanggaran lalu lintas,” pungkasnya.(CIA)

Views: 4